Iran Tembak Rudal ke Pangkalan AS di Saudi, Trump Kritik Taktik Inggris
Iran Tembak Rudal ke Pangkalan AS di Saudi, Trump Kritik Taktik Inggris

Iran dilaporkan menembakkan rudal balistik ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Arab Saudi pada Sabtu (18/7/2026). Serangan ini merupakan serangan langsung pertama Teheran terhadap Riyadh dalam hampir empat bulan terakhir.

Serangan Rudal Iran ke Pangkalan AS

Menurut laporan media AS, Axios, yang mengutip seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya, Iran menargetkan pangkalan militer Amerika di wilayah Saudi dengan rudal balistik. Rincian lebih lanjut mengenai serangan tersebut belum diungkapkan.

Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS. Sehari sebelumnya, AS melancarkan serangan terhadap target-target Iran pada Jumat (17/7) malam, yang merupakan malam ketujuh berturut-turut saat perang kembali memanas.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

AS Balas Serangan Iran

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan bahwa serangan terbarunya dimaksudkan untuk melemahkan kemampuan militer Iran. "Komando Pusat AS (CENTCOM) menghantam lokasi pengintaian, infrastruktur logistik militer, fasilitas penyimpanan senjata bawah tanah, dan kemampuan maritim," demikian pernyataan CENTCOM via media sosial X.

Sebagai balasan, militer Iran melancarkan serangan terhadap target-target militer AS di Kuwait dan Yordania. Selain itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim pada Jumat (17/7) bahwa serangan mereka menghancurkan "pusat kecerdasan buatan (AI) utama" dan depot drone milik AS di Bahrain. IRGC menyebut serangan itu sebagai pembalasan atas serangan AS yang dianggap sebagai "kejahatan perang" karena menyerang jembatan di Iran dan menewaskan warga sipil.

Kritik Trump terhadap Taktik Inggris

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengkritik keputusan pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, yang menerapkan taktik bertahan setelah Inggris unggul satu gol atas Argentina dalam semifinal Piala Dunia. Inggris akhirnya kalah dari Argentina.

Kritikan tersebut dilontarkan Trump saat berpidato dalam acara FIFA di New York pada Jumat (17/7) yang dihadiri Presiden FIFA Gianni Infantino. Trump menilai seharusnya Harry Kane, yang dipujinya sebagai "pemain hebat", tidak ditempatkan sebagai pemain bertahan.

Milisi Irak Tawarkan Imbalan untuk Bunuh Trump

Sementara itu, kelompok milisi Irak menawarkan imbalan sebesar US$ 10 juta (sekitar Rp 179,4 miliar) untuk siapa pun yang mampu membunuh Trump. Tawaran ini diumumkan oleh Kelompok Perlawanan Islam di Irak sebagai "kutukan" bagi Trump, terkait pembunuhan dua komandan yang dihormati oleh AS beberapa waktu lalu. Kelompok ini merupakan komponen kunci dalam Poros Perlawanan dan terlibat aktif dalam perang Iran-AS.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga