UI Buka Prodi Manajemen Olahraga di Sekolah Vokasi untuk Dukung Atlet
UI Buka Prodi Manajemen Olahraga untuk Dukung Atlet

Peluncuran Program Studi Manajemen Olahraga di Sekolah Vokasi Universitas Indonesia (UI) disampaikan langsung oleh Rektor UI Heri Hermansyah dalam acara yang digelar di Sekolah Vokasi, Depok, Jawa Barat, Jumat (31/7/2026). Kehadiran prodi baru ini merupakan hasil kerja sama antara UI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan tujuan utama memberikan fleksibilitas bagi para atlet dalam menempuh pendidikan tinggi.

"Di vokasi dapat dibuka program studi yang bisa mendukung para atlet kita, yaitu Manajemen Olahraga (Sport Management)," kata Heri di Sekolah Vokasi, Depok, Jawa Barat, Jumat (31/7/2026).

Menurut Heri, prodi Manajemen Olahraga dirancang untuk menjadi jembatan antara dunia olahraga dan dunia profesional. Para atlet tidak hanya dibekali kemampuan di bidang olahraga, tetapi juga diperkenalkan pada aspek bisnis dan pengelolaan industri olahraga yang berkembang pesat di Indonesia.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pendidikan Vokasi sebagai Sarana Pengembangan Atlet

Pemilihan Sekolah Vokasi UI sebagai lokasi prodi bukan tanpa alasan. Pendidikan vokasi memiliki pendekatan pembelajaran yang praktis dan terhubung langsung dengan dunia industri. Hal ini berbeda dengan pendidikan akademik yang lebih berfokus pada teori. Sehingga lulusan prodi ini diharapkan memiliki keterampilan terapan yang siap digunakan di dunia kerja.

Sebelumnya, UI sempat melakukan perubahan nama pada unit pendidikan vokasinya menjadi Sekolah Vokasi. Perubahan tersebut merupakan bagian dari upaya UI untuk memperkuat identitas dan arah pengembangan pendidikan vokasi di lingkungan kampus.

Kerja Sama dengan Kemenpora untuk Masa Depan Atlet

Kerja sama dengan Kemenpora dinilai penting karena atlet sering menghadapi dilema antara mengejar prestasi dan melanjutkan pendidikan. Dengan adanya prodi ini, atlet diharapkan mendapatkan ruang untuk tetap berkompetisi sambil mengikuti perkuliahan secara fleksibel. Hal ini sejalan dengan kebutuhan atlet yang masa kejayaannya di dunia olahraga tidak selamanya berlangsung.

Kemenpora, sebagai kementerian yang menaungi urusan kepemudaan dan olahraga, memiliki kepentingan untuk memastikan atlet tidak kehilangan arah setelah pensiun dari dunia kompetisi. Kehadiran prodi Manajemen Olahraga menjadi salah satu solusi agar atlet memiliki bekal pengetahuan manajemen yang dapat digunakan untuk berkarier di industri olahraga maupun bidang lain.

Cakupan Keilmuan yang Luas

Heri menjelaskan, prodi ini nantinya akan mencakup berbagai aspek keolahragaan. Materi perkuliahan akan menyentuh industri olahraga, sport tourism, dan sport industry. Artinya, mahasiswa akan mempelajari bagaimana membangun dan mengelola event olahraga, mengembangkan destinasi wisata berbasis olahraga, serta memahami rantai bisnis di balik kompetisi olahraga.

Sport tourism merupakan salah satu bidang yang kini menjadi perhatian banyak negara karena mampu menarik wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, sport industry mencakup seluruh rantai nilai bisnis olahraga, mulai dari produksi perlengkapan, penyiaran, hingga hak siar dan sponsor.

Dengan cakupan yang luas tersebut, lulusan Manajemen Olahraga diharapkan dapat mengisi berbagai peran, mulai dari manajer klub, pengelola sport center, penyelenggara event, hingga pejabat publik di bidang olahraga. Keberadaan prodi ini juga diharapkan dapat menjawab kebutuhan tenaga profesional di industri olahraga Indonesia yang terus bertumbuh.

Prospek Karier dan Peran Strategis

Salah satu tujuan utama pembukaan prodi ini adalah membantu atlet setelah masa kejayaannya. Banyak atlet yang sulit beradaptasi dengan dunia kerja setelah pensiun dari kompetisi karena tidak memiliki keterampilan manajerial. Melalui pendidikan di bidang manajemen olahraga, mereka dapat bertransisi menjadi pengelola, pelatih, konsultan, atau wirausahawan di sektor olahraga.

Selain atlet, prodi ini juga terbuka bagi masyarakat umum yang ingin menekuni bidang manajemen olahraga. Dengan latar belakang yang beragam, diharapkan terjadi transfer pengetahuan antara atlet dan non-atlet yang akan memperkaya ekosistem olahraga nasional.

Dukungan dari Kemenpora diharapkan tidak hanya berhenti pada pembukaan prodi, tetapi juga berlanjut pada penyediaan beasiswa, akses pelatihan, dan kerja sama magang bagi para atlet. Dengan begitu, atlet dapat merencanakan karier ganda mereka sejak dini, tanpa harus mengorbankan pencapaian prestasi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Kehadiran prodi Manajemen Olahraga di UI juga menjadi sinyal positif bagi dunia pendidikan dan industri olahraga nasional. Institusi pendidikan lain diharapkan dapat mengikuti langkah ini untuk memperkuat ekosistem olahraga Indonesia dari sisi sumber daya manusia.

Saat ini, UI belum mengumumkan secara resmi kuota penerimaan mahasiswa baru untuk prodi tersebut. Namun, pembukaan prodi ini akan menjadi tambahan pilihan bagi calon mahasiswa yang memiliki minat di bidang olahraga dan manajemen, khususnya para atlet yang ingin mengembangkan potensi di luar arena pertandingan.

Dengan dukungan penuh dari Rektor UI dan Kemenpora, prodi Manajemen Olahraga di Sekolah Vokasi UI diharapkan mampu melahirkan generasi baru profesional olahraga yang tidak hanya berprestasi di lapangan, tetapi juga kompeten dalam mengelola industri olahraga di masa depan.