Jessica Sofia Tunardjo, mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengalami depresi setelah diminta mengganti dosen penguji sesaat sebelum ujian hasil skripsinya. Permintaan mendadak itu membuatnya histeris hingga tergeletak di lantai. Peristiwa tersebut terekam dalam video berdurasi 31 detik dan viral di media sosial.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan narasi yang beredar di media sosial, Jessica telah 12 kali batal menjalani ujian proposal karena dosen yang sama, Serlie KA Litik, selalu membatalkan jadwal. Kali ini, ketika ujian hasil sudah di depan mata, dosen penguji kembali menghubungi dan meminta agar dirinya diganti. Narasi itu menyebut, "Beta pung kawan sebentar ujian skripsi dari Prodi FKM dan tiba-tiba dosen penguji hubungi dia untuk ganti dosen penguji di jam mau ujian." Pengunggah meminta publikasi untuk mencegah korban berikutnya.
Dalam video, Jessica tampak tergeletak sambil histeris, dikelilingi beberapa perempuan yang berusaha menenangkannya. Salah satu dari mereka berkata, "Besok kita cari jalan. Diam sudah."
Tanggapan dan Investigasi Kampus
Wakil Rektor IV Undana, Philiphi de Rozari, dalam jumpa pers di FKM Undana pada Jumat (30/7/2026), menyatakan bahwa pihak kampus tengah melakukan investigasi. "Pada prinsipnya kami masih dalam proses investigasi terkait kejadian tersebut. Kami sangat mengharapkan bersabar sedikit karena yang pasti kami akan memberikan informasi yang tepat dan benar terhadap kejadian ini," ujarnya.
Philiphi menegaskan bahwa kejadian ini menjadi evaluasi bagi Undana untuk meningkatkan kualitas pelayanan mahasiswa. Kampus juga membuka peluang sanksi jika ditemukan pelanggaran. "Tetapi sanksi sampai pemecatan itu ada," tegasnya.
Kondisi Akademik Mahasiswi
Dekan FKM Undana, Apris Adu, mengungkapkan bahwa Jessica adalah mahasiswi semester 10 yang telah menyelesaikan seluruh mata kuliah secara akademik. Ia juga telah lulus ujian proposal, sehingga hanya tinggal menjalani ujian hasil dan ujian skripsi. Pihak kampus memastikan akan memberikan pendampingan psikologis kepada Jessica dan keluarganya.
Hingga berita ini diturunkan, investigasi masih berlangsung. Publik diminta bersabar menunggu hasil resmi dari universitas.



