MPLS PJJ Serentak Pertama Digelar
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Langkah ini diambil setelah pemerintah melaksanakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) PJJ bagi anak tidak sekolah (ATS) di seluruh Indonesia. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menyatakan bahwa MPLS PJJ akan dimulai pada 3 Agustus 2026.
“Tepatnya mulai minggu depan tanggal 3 Agustus kami (Kemendikdasmen) akan memulai MPLS untuk PJJ ini dan ini mungkin MPLS serentak pertama yang kita lakukan sejak kita mengenal sistem PJJ,” kata Fajar Riza Ul Haq di Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026). Pernyataan ini menandai komitmen pemerintah dalam menjangkau ATS melalui moda pembelajaran jarak jauh.
MPLS PJJ Dilakukan dengan Berani
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menambahkan bahwa MPLS PJJ akan dilakukan dengan berani. Ia menegaskan bahwa inovasi ini diperlukan untuk memastikan para ATS tetap mendapatkan hak pendidikan mereka. “MPLS PJJ ini merupakan langkah berani untuk mengakomodasi anak-anak yang selama ini tidak terjangkau oleh sistem pendidikan formal,” ujar Tatang.
MPLS PJJ dirancang untuk memberikan pengenalan lingkungan sekolah secara virtual, termasuk pengenalan kurikulum, guru, serta tata cara pembelajaran daring. Dengan adanya MPLS ini, diharapkan para ATS dapat beradaptasi dengan sistem PJJ sebelum memasuki pembelajaran reguler.
Latar Belakang Pelaksanaan MPLS PJJ
Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi angka anak tidak sekolah di Indonesia. SPMB PJJ yang telah dilaksanakan sebelumnya menjadi dasar bagi Kemendikdasmen untuk melanjutkan ke tahap MPLS. Data Kementerian menunjukkan bahwa jumlah ATS masih signifikan, sehingga diperlukan terobosan seperti PJJ untuk menjangkau mereka yang berada di daerah terpencil atau memiliki kendala akses pendidikan.
Pelaksanaan MPLS PJJ serentak ini menjadi yang pertama kalinya dalam sejarah pendidikan jarak jauh di Indonesia. Kemendikdasmen berharap model ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengintegrasikan ATS ke dalam sistem pendidikan nasional.



