Menjalani kehidupan sebagai mahasiswa sambil bekerja tentu bukan perkara mudah bagi banyak orang. Tantangan ini juga dirasakan secara langsung oleh Arsy, seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Indonesia. Ia terpaksa harus membagi waktu antara kuliah dan bekerja sebagai pengemudi ojek online Grab.
Alasan di Balik Keputusan Bekerja
Arsy mengungkapkan bahwa keputusannya untuk bekerja sebagai driver Grab didorong oleh kebutuhan mendesak untuk membantu perekonomian keluarganya yang terbatas. Selain itu, penghasilan dari pekerjaan tersebut juga digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan selama menjalani perkuliahan, seperti biaya buku, transportasi, dan keperluan akademis lainnya.
Kondisi Keluarga yang Memprihatinkan
"Saya bekerja untuk menambahkan penghasilan dan membantu ekonomi keluarga. Situasi keluarga saya cukup sulit karena saya berasal dari keluarga Broken Home. Kondisi kesehatan ibu saya juga kurang baik, beliau memiliki delapan pena di tubuhnya yang memerlukan perawatan terus-menerus," jelas Arsy saat ditemui di kawasan South Quarter, Jakarta Selatan, pada Kamis, 12 Februari 2026.
Dampak Pekerjaan terhadap Studi
Meskipun harus menghadapi jadwal yang padat antara kuliah dan bekerja, Arsy berusaha untuk tetap menjaga keseimbangan. Ia mengatur waktunya dengan ketat agar tidak mengorbankan prestasi akademisnya. Pengalaman bekerja sebagai driver Grab juga memberikannya pelajaran berharga tentang manajemen waktu dan tanggung jawab.
Dukungan dari Lingkungan
Arsy mengaku mendapatkan dukungan dari teman-teman kuliahnya yang memahami kondisinya. Beberapa dosen juga memberikan kelonggaran tertentu ketika ia harus mengatur jadwal ujian atau tugas kuliah karena pekerjaannya. Namun, ia tetap berkomitmen untuk menyelesaikan studinya dengan baik sambil terus bekerja.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan semangat pantang menyerah, Arsy berharap bahwa perjuangannya saat ini akan membuahkan hasil di masa depan. Ia ingin menyelesaikan kuliah dengan nilai yang memuaskan dan kemudian mencari pekerjaan yang lebih stabil untuk dapat lebih membantu keluarganya. Kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak mahasiswa lainnya yang juga harus berjuang di tengah keterbatasan ekonomi.