Ketum TP PKK Salurkan Bantuan untuk Sekolah Rakyat di Biak Numfor
Bantuan TP PKK untuk Sekolah Rakyat di Biak Numfor

Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian menyalurkan bantuan kepada siswa dan guru Sekolah Rakyat di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Bantuan yang diserahkan terdiri atas 45 paket sembako, 88 tumbler, dan penyerahan simbolis kartu tanda penduduk (KTP) elektronik pemula kepada dua perwakilan siswa.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan dalam rangkaian peletakan batu pertama atau groundbreaking Proyek Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor. Tri bertindak bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian serta jajaran pengurus TP PKK Pusat.

Bantuan untuk Guru dan Siswa Sekolah Rakyat

Sebanyak 45 paket sembako diberikan khusus kepada guru-guru Sekolah Rakyat sebagai bentuk dukungan terhadap tenaga pendidik. Selain itu, 88 tumbler dibagikan kepada siswa sebagai media sosialisasi penggunaan produk ramah lingkungan. Penyerahan KTP elektronik pemula secara simbolis diberikan kepada dua siswa yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dalam kesempatan yang sama, Tri mengajak para siswa untuk membiasakan diri menggunakan tumbler. Kebiasaan ini dinilai mampu mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon bersama sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Rangkaian aksi ini menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Sekolah Rakyat.

Program Prioritas Presiden Prabowo

Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya adalah memperluas akses pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan bagi masyarakat kurang mampu. Menurut Tri, program ini lahir dari kepedulian Presiden terhadap anak-anak yang belum memperoleh kesempatan pendidikan secara layak.

Tri menegaskan bahwa Presiden memahami negara memiliki tanggung jawab untuk hadir bagi anak-anak terlantar, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945. Hal ini menjadi dasar penting dalam perancangan dan pelaksanaan Sekolah Rakyat di berbagai daerah, termasuk di Papua.

"Saya tahu bahwa ini keinginan dari Bapak Presiden dan betul-betul ini ide mungkin dari Bapak Presiden yang setahu saya karena dua faktor utama. Beliau memahami betul keinginan para pendiri negara bangsa Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (2/8/2026).

Penugasan Langsung Presiden

Tri mengungkapkan bahwa dirinya mendapat penugasan langsung dari Presiden untuk mengoordinasikan pemerintah daerah dalam menyiapkan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoptimalkan aset pemerintah yang belum dimanfaatkan agar dapat difungsikan sebagai lokasi penyelenggaraan pendidikan.

Dengan pendekatan ini, pembangunan Sekolah Rakyat diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efisien. Pemerintah daerah diminta berperan aktif dalam penyediaan lahan serta dukungan lainnya bagi kelancaran program tersebut.

Desain Seragam dan Fasilitas Lengkap

Sekolah Rakyat nantinya akan dibangun dengan desain yang seragam di seluruh Indonesia. Fasilitas yang disiapkan meliputi asrama, ruang kelas, ruang guru, dan lapangan olahraga. Keberadaan asrama diharapkan mampu mendukung proses belajar mengajar secara lebih terstruktur.

Selain itu, desain seragam dimaksudkan untuk menciptakan standar layanan pendidikan yang sama di semua lokasi. Dengan begitu, kualitas pendidikan yang diterima anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat merata di seluruh wilayah Indonesia.

Sasaran Utama Desil 1 dan Desil 2

Program Sekolah Rakyat secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga pada desil 1 dan desil 2, atau kelompok masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Mereka dipilih untuk mendapatkan pendidikan yang layak agar masa depan mereka lebih baik dari orang tuanya.

"Diharapkan anak-anak yang bersekolah di Sekolah Rakyat ini yang diambil dari desil 1 dan desil 2, 20 persen rakyat yang miskin atau miskin ekstrem, tidak mampu, itu dipilih khusus untuk mereka agar mereka mendapat pendidikan yang baik, yang layak dan insyaallah, semoga Tuhan memberkati mereka kemudian ke depan mereka akan lebih maju, lebih baik daripada orang tuanya," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Dukungan Pemerintah Daerah dan Forkopimda

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Ketahanan Ekonomi Keluarga TP PKK Pusat Niken Tomsi beserta jajaran pengurus TP PKK Pusat. Hadir pula Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra beserta istri, serta Ketua DPRD Biak Numfor Daniel Rumanasen.

Selain itu, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Biak Numfor juga hadir untuk menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyukseskan Program Sekolah Rakyat di Papua.