BRIN Buka Peluang Pendanaan RIIM untuk Kolaborasi Riset Internasional Peneliti Indonesia
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) secara resmi membuka kesempatan bagi para peneliti Indonesia untuk terlibat dalam riset bersama dengan peneliti dari luar negeri melalui Skema Pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kolaborasi Internasional. Program pendanaan ini dirancang khusus untuk memperkuat kapasitas riset nasional, mendorong kolaborasi global yang lebih intensif, serta menghasilkan luaran riset yang berdampak signifikan bagi pembangunan nasional.
Kolaborasi Bilateral dan Multilateral dalam Skema RIIM
Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, Agus Haryono, menjelaskan bahwa kolaborasi riset dalam skema ini mencakup kerja sama bilateral dan multilateral. "Kami memiliki banyak kolaborasi, baik itu bilateral maupun multilateral. Untuk kolaborasi bilateral saat ini, kami bekerja sama dengan negara-negara seperti Malaysia, Cina, Jepang, Turki, dan Australia," ujar Agus dalam jumpa pers yang digelar di Gedung BRIN, Jakarta Pusat, pada Rabu (11 Februari 2026).
Agus menambahkan bahwa skema RIIM Kolaborasi Internasional ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas riset, tetapi juga untuk membangun jaringan penelitian yang lebih luas di tingkat global. Dengan adanya pendanaan ini, diharapkan para peneliti Indonesia dapat mengakses sumber daya dan keahlian dari mitra internasional, sehingga mampu menghasilkan inovasi yang kompetitif dan relevan dengan kebutuhan nasional.
Program ini juga diharapkan dapat mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi, serta mendukung pencapaian target riset strategis Indonesia di berbagai bidang, seperti teknologi, kesehatan, dan energi. BRIN mengimbau para peneliti untuk segera mengajukan proposal riset mereka melalui mekanisme yang telah ditetapkan, dengan tenggat waktu pendaftaran yang akan diumumkan lebih lanjut.