Pemulihan Pascabencana Sumatera: Rehabilitasi Pendidikan dan Kesehatan Dikebut
Rehabilitasi Pendidikan Pascabencana Sumatera Dikebut

Pemulihan Pascabencana Sumatera: Rehabilitasi Pendidikan dan Kesehatan Dikebut

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa proses normalisasi penuh kondisi wilayah pascabencana di Sumatera diperkirakan memakan waktu hingga 2-3 tahun. Pernyataan ini disampaikan usai konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, pada Rabu (11/2/2026).

Infrastruktur Jalan Masih Menjadi Tantangan

Tito menjelaskan bahwa banyak jalan di kabupaten dan provinsi yang masih tertutup lumpur, memerlukan waktu lama untuk dibersihkan dan dipermanenkan. "Secara fungsional, jalan di provinsi sudah dapat dilalui, tetapi untuk perbaikan permanen butuh waktu lebih panjang," ujarnya. Jalan kabupaten-kota diperkirakan dapat berfungsi dalam 2-3 bulan, namun perbaikan menyeluruh akan memakan waktu lebih lama.

Fokus pada Rehabilitasi Sarana Pendidikan

Pemerintah menekankan percepatan rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan di daerah terdampak banjir akibat Siklon Senyar. Tujuan utamanya adalah memastikan kegiatan belajar mengajar di 52 kabupaten/kota di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat kembali normal secepatnya.

Fasilitas pendidikan yang terdampak meliputi:

  • PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA
  • Madrasah dan pondok pesantren
  • Beberapa mengalami kerusakan ringan hingga berat

Di Sumatera Barat, layanan pendidikan telah berjalan fungsional seiring perbaikan sekolah. Sementara di Sumatera Utara, masih ada fasilitas yang memerlukan perhatian lebih, termasuk sekolah umum dan keagamaan. Di Aceh, kerusakan cukup luas, mencakup berbagai jenjang pendidikan, sehingga membutuhkan rehabilitasi intensif.

Pemulihan Layanan Kesehatan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melaporkan kemajuan signifikan dalam revitalisasi puskesmas. Dari 1.265 puskesmas di tiga provinsi terdampak, awalnya 867 berhenti beroperasi. Setelah revitalisasi dimulai 1 Desember, hanya 152 yang masih belum berfungsi karena kondisi lumpur yang parah.

Secara total, 414 puskesmas kini sudah beroperasi:

  • 146 di Aceh
  • 119 di Sumatera Utara
  • 149 di Sumatera Barat

Penurunan Jumlah Pengungsi

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyatakan penurunan drastis jumlah pengungsi korban bencana banjir Sumatera. Dari puncak 1.057.482 jiwa pada 8 Desember 2025, kini tersisa 47.462 per 7 Februari 2026.

Distribusi pengungsi:

  1. Aceh: 38.276 orang
  2. Sumatera Utara: 7.341 orang
  3. Sumatera Barat: 1.845 orang

Pengungsi yang masih di tenda akan diprioritaskan untuk direlokasi ke hunian sementara tahap 1. Saat ini, mereka mengungsi di gedung pemerintahan, masjid, rumah kerabat, dan tenda.

Daerah yang Masih Membutuhkan Perhatian Khusus

Sebelas kabupaten/kota masih memerlukan atensi khusus pascabencana:

  • Sumatera Barat: Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam
  • Sumatera Utara: Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah
  • Aceh: Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Bireuen, Kabupaten Gayo Lues

Upaya pemulihan terus ditingkatkan untuk mengembalikan kondisi wilayah dan kehidupan masyarakat terdampak ke keadaan normal.