Jenazah Pilot dan Kopilot Smart Air Korban Penembakan Dievakuasi ke Jakarta
Jenazah Pilot Smart Air Korban Penembakan Dievakuasi ke Jakarta

Jenazah Pilot dan Kopilot Smart Air Korban Penembakan Berhasil Dievakuasi ke Mimika

Jenazah pilot dan kopilot pesawat Smart Air yang menjadi korban penembakan, bernama Egon Erwan dan Baskoro, telah berhasil dievakuasi dari Bandara Korowai Batu di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Evakuasi dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIT, dan jenazah kini berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika untuk proses lebih lanjut.

Proses Evakuasi dan Rencana Pemulangan ke Jakarta

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, mengonfirmasi bahwa kedua jenazah telah dipindahkan dari bandara ke RSUD Mimika. "Pagi ini kedua korban sudah dievakuasi dari Bandara Korowai ke RSUD Mimika. Sekarang jenazah di RSUD Mimika," ujarnya. Selanjutnya, jenazah akan menjalani proses identifikasi dan autopsi di rumah sakit tersebut sebelum diterbangkan ke Jakarta.

Yusuf menjelaskan, "Kedua jenazah selanjutnya dilakukan proses identifikasi dan autopsi. Setelah itu dilakukan pemulasaran jenazah baru nanti diterbangkan ke Jakarta." Langkah ini dilakukan untuk memastikan kejelasan penyebab kematian dan memfasilitasi pemulangan yang layak bagi keluarga korban.

Pengamanan Ketat Selama Evakuasi

Untuk memastikan keamanan selama proses evakuasi, dua tim khusus dari Operasi Damai Cartenz dikerahkan di area Bandara Korowai Batu. Tim ini tidak hanya melakukan pengamanan perimeter, tetapi juga melakukan penyisiran di sekitar lapangan terbang bandara. "Pengamanan itu untuk memastikan keamanan perimeter dari sisa-sisa kelompok yang melakukan penyerangan yang menimpa kedua korban," ungkap Yusuf.

Dia juga menyampaikan penghargaan atas dedikasi kedua pilot tersebut, dengan mengatakan, "Dedikasi kedua pilot ini dalam melayani rute pedalaman yang sulit adalah bentuk pengabdian nyata." Insiden penembakan ini terjadi saat pesawat Smart Air mendarat di bandara tersebut, menewaskan kedua awak pesawat dan menimbulkan kerusakan pada pesawat, termasuk pintu terbuka dan tiga kaca jendela yang pecah.

Kejadian ini menyoroti tantangan keamanan di wilayah pedalaman Papua dan pentingnya upaya perlindungan bagi pekerja yang melayani daerah terpencil. Proses evakuasi dan pemulangan jenazah diharapkan dapat berjalan lancar dengan dukungan penuh dari pihak berwenang.