Iran Laporkan 310 Siswa dan Guru Tewas, 750 Sekolah Rusak Akibat Serangan AS-Israel
Teheran - Menteri Pendidikan Iran, Alireza Kazemi, mengungkapkan data tragis mengenai dampak serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap sektor pendidikan di negaranya. Dalam wawancara televisi pada Senin (6/4/2026) malam, Kazemi menyatakan bahwa sedikitnya 310 siswa dan guru tewas akibat rentetan serangan yang dimulai sejak akhir Februari lalu.
Kerusakan Infrastruktur Pendidikan yang Luas
Kazemi, seperti dilaporkan oleh Press TV pada Selasa (7/4/2026), menekankan bahwa lebih dari 750 sekolah mengalami kerusakan dari total sekitar 900 unit pendidikan, administrasi, serta fasilitas perkemahan dan olahraga yang hancur atau rusak. Dia menambahkan bahwa lebih dari 210 siswa dan guru lainnya mengalami luka-luka dalam serangan-serangan tersebut.
Wilayah-wilayah yang menanggung dampak terberat termasuk Provinsi Hormozgan, Markazi, Teheran, dan Azerbaijan Timur. Kazemi menggarisbawahi bahwa serangan ini secara sengaja menyasar infrastruktur sipil, termasuk sekolah dan rumah sakit, yang menyebabkan korban sipil dalam jumlah besar.
Konteks Konflik yang Memanas
Kawasan Timur Tengah telah memanas sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Sedikitnya 1.340 orang di Iran, termasuk mantan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam rentetan serangan ini. Iran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Serangan-serangan AS dan Israel terus berlanjut, menyasar berbagai target mulai dari fasilitas nuklir hingga infrastruktur pendidikan. Otoritas Iran menuduh bahwa setidaknya 170 anak tewas di sebuah Sekolah Dasar (SD) di area Minab pada hari pertama perang, 28 Februari lalu.
Upaya Hukum dan Diplomasi Iran
Kazemi mengonfirmasi bahwa Kementerian Luar Negeri Iran telah berkomunikasi dengan sejumlah organisasi internasional, termasuk UNESCO dan UNICEF, untuk secara hukum memperjuangkan keadilan bagi para siswa Iran. Langkah ini bertujuan menekan komunitas global agar mengutuk serangan terhadap fasilitas pendidikan dan meminta pertanggungjawaban atas pelanggaran hukum humaniter.
Dia menegaskan bahwa Iran akan terus mendokumentasikan kerusakan dan korban jiwa untuk mendukung tuntutan hukum di forum internasional. Upaya ini diharapkan dapat menghentikan serangan lebih lanjut terhadap warga sipil dan infrastruktur vital di negara tersebut.



