Misi Artemis II NASA Sukses Diluncurkan ke Bulan
Dunia antariksa mencatat momen bersejarah pada Kamis, 2 April 2026, ketika misi Artemis II NASA berhasil diluncurkan dari Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida. Peluncuran ini menandai langkah besar dalam upaya mengirim manusia mengelilingi Bulan untuk pertama kalinya sejak tahun 1972, membawa harapan baru bagi eksplorasi luar angkasa.
Kru Beragam dalam Perjalanan Bersejarah
Di dalam kapsul Orion yang ditempatkan di atas roket SLS generasi terbaru NASA, terdapat empat astronaut dengan komposisi yang sangat beragam. Kru ini termasuk seorang perempuan, orang kulit berwarna pertama, dan warga negara non-Amerika Serikat pertama yang melakukan perjalanan melampaui orbit Bumi rendah. Keberagaman ini mencerminkan komitmen NASA untuk inklusivitas dalam misi antariksa.
Komandan misi, Reid Wiseman, menjadi suara pertama yang terdengar dari kapsul setelah sempat terjadi gangguan komunikasi selama beberapa menit. "Senang mendengar suara Anda," kata pusat kendali misi, yang dijawab Wiseman dengan, "Senang mendengar suara Anda juga." NASA melaporkan bahwa data dari ICPS berjalan baik sepanjang misi, sehingga tidak ada kekhawatiran mengenai keselamatan awak. Mereka akan mengorbit Bumi selama sekitar 25 jam sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bulan.
Berita Dunia Lainnya: Konflik, Teknologi, dan Hukum
Selain peluncuran Artemis II, beberapa peristiwa penting terjadi di berbagai belahan dunia. Di Ukraina, serangan drone Rusia yang jarang terjadi pada siang hari menewaskan sedikitnya empat orang di wilayah Cherkasy tengah dan merusak infrastruktur energi serta fasilitas industri di barat negara itu. Angkatan udara Ukraina menyatakan bahwa 345 dari 360 drone berhasil ditembak jatuh, dengan total sekitar 700 drone diluncurkan dalam rentang 24 jam. Gubernur Ihor Taburets mendesak warga untuk berlindung karena serangan masih berlangsung.
Di China, insiden robotaxi menyebabkan kekacauan lalu lintas di kota Wuhan. Lebih dari 100 kendaraan Apollo Go mogok akibat kerusakan sistem, meninggalkan penumpang terlantar di jalan raya yang ramai. Video di media sosial menunjukkan mobil-mobil berhenti dengan lampu hazard menyala, menghalangi arus lalu lintas. Baidu, perusahaan yang mengoperasikan taksi tanpa pengemudi ini, berencana memperluas bisnisnya ke Eropa dan telah memulai layanan di Abu Dhabi serta Dubai tahun ini, namun belum menanggapi permintaan komentar terkait insiden tersebut.
Di ranah hiburan, penyanyi Taylor Swift menghadapi gugatan pelanggaran merek dagang dari Maren Wade, seorang penyanyi Las Vegas. Gugatan yang diajukan di pengadilan federal California mengklaim bahwa branding album Swift tahun 2025 terlalu mirip dengan estetika Confessions of a Showgirl milik Wade. Gugatan ini meminta larangan penggunaan nama dan citra tersebut serta ganti rugi finansial. Perwakilan Swift menolak berkomentar mengenai masalah hukum ini.
Dengan berbagai peristiwa ini, dunia terus bergerak dinamis, dari pencapaian antariksa hingga tantangan di Bumi, menandai hari yang penuh dengan perkembangan signifikan.



