Istri Ono Surono Diperiksa KPK Soal Uang yang Diterima Suami dalam Kasus Ade Kuswara
Istri Ono Surono Diperiksa KPK Soal Uang ke Suami

Istri Ono Surono Diperiksa KPK Soal Uang yang Diterima Suami dalam Kasus Ade Kuswara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengungkap hasil pemeriksaan terhadap istri politisi PDIP Ono Surono, Setyowati Anggraini Saputro (SAS), terkait kasus suap ijon proyek yang melibatkan Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendalami pengetahuan Setyowati tentang adanya dugaan uang yang mengalir ke suaminya dari salah satu tersangka, Sarjan.

Pemeriksaan Mendalam dan Pertanyaan yang Diajukan

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa saksi yang dipanggil dimintai keterangan untuk memberikan penjelasan dan mengonfirmasi berkaitan dengan dugaan penerimaan uang tersebut. "Saksi yang dipanggil dimintai keterangan untuk memberikan penjelasan, mengonfirmasi berkaitan dengan dugaan penerimaan uang tersebut," kata Budi Prasetyo kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026).

Selain itu, penyidik juga mendalami istri Ono mengenai barang-barang yang telah disita dari hasil penggeledahan di dua rumah milik Ono, yaitu di Kota Bandung dan di Kabupaten Indramayu. "Karena dalam rangkaian kegiatan penggeledahan tersebut penyidik mengamankan sejumlah barang bukti elektronik, dokumen, dan juga uang tunai senilai ratusan juta rupiah," tutur Budi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tanggapan dari Pihak Istri Ono

Pihak istri Ono, Setyowati, telah memberikan penjelasan mengenai pemeriksaan hari ini di gedung KPK. Kuasa hukumnya, Parlindungan Sihombing, mengaku bahwa kliennya dicecar 16 pertanyaan oleh penyidik, meskipun intinya hanya sekitar 5 pertanyaan pokok. "Kami tadi ditanyakan ada 16 pertanyaan, yang pada intinya pertanyaan itu hanya sekitar 5 pertanyaan yang menjadi pertanyaan pokok," kata Parlindungan.

Parlindungan juga menjelaskan bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut berkisar pada pengenalan terhadap tersangka dan asal-usul barang yang disita. "Seperti pertanyaan ini mengenal nggak, gitu, jadi kami bilang tidak mengenal. Terus yang lain-lainnya menanyakan tentang barang yang disita itu dari mana, gimana, terus kita sudah jelaskan dan sepertinya sudah clear semua," lanjutnya.

Selain itu, Parlindungan telah meminta agar barang yang disita dikembalikan oleh penyidik. Menurutnya, penyidik menyarankan agar pihak istri Ono membuat surat permintaan pengembalian barang yang disita. "Kita juga sudah mempertanyakan penyidik apakah barang tersebut bisa diambil. Penyidik menyarankan agar kita melakukan permohonan agar barang-barang kita ambil, itu mungkin," jelas Parlindungan.

Proses Penggeledahan dan Keluhan Keluarga

Parlindungan menegaskan bahwa tidak ada intimidasi dari penyidik KPK terhadap istri Ono saat proses penggeledahan berlangsung. Namun, keluarga Ono menyayangkan adanya permintaan untuk mematikan CCTV saat penggeledahan dilakukan. "Waktu itu tidak ada (intimidasi) yang secara langsung. Tapi waktu itu ada beberapa hal yang dilakukan menurut kami kurang tepat. Seperti permintaan untuk mematikan CCTV itu ya, mungkin itu saja dulu ya," ujar Parlindungan.

Latar Belakang Kasus Suap Ijon Proyek

Dalam kasus suap ijon proyek yang menjerat Ade Kuswara, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka, yaitu:

  1. Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang
  2. Ayah Ade Kuswara, HM Kunang
  3. Pihak swasta, Sarjan

Ade dan HM Kunang diduga menerima uang ijon proyek sebesar Rp 9,5 miliar. Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyebutkan bahwa proyek itu rencananya digarap pada 2026, dan uang tersebut disebut sebagai uang muka untuk jaminan proyek. "Total ijon yang diberikan oleh SRJ kepada ADK dan HMK mencapai Rp 9,5 miliar. Pemberian uang dilakukan dalam 4 kali penyerahan kepada melalui para perantara," kata Asep Guntur Rahayu.

Kasus ini terus berkembang dengan pemeriksaan terhadap berbagai pihak, termasuk istri Ono Surono, untuk mengungkap lebih dalam jaringan suap yang melibatkan proyek-proyek pemerintah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga