Kematian Bocah Sukabumi: Polisi Selidiki Dugaan KDRT Setelah Video Kesaksian Viral
Kematian Bocah Sukabumi: Polisi Selidiki Dugaan KDRT

Kematian Tragis Bocah Sukabumi: Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan dalam Rumah Tangga

Tabir gelap yang menyelimuti kematian tragis NS (12), bocah asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, mulai tersingkap. Kematian bocah kelas 6 SD ini memicu kemarahan publik setelah video kesaksian terakhirnya viral di media sosial. Polres Sukabumi kini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan apakah NS merupakan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) atau meninggal karena penyebab lain.

Fakta Memilukan di Balik Kasus Kematian NS

Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah beberapa fakta memilukan di balik kasus kematian NS:

  1. Kesaksian Terakhir Korban yang Mengiris Hati: Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, NS sempat memberikan isyarat yang menyentuh. Dalam sebuah rekaman video saat menjalani perawatan medis, NS yang terbaring lemah menunjuk ke arah ibu tirinya, TR, ketika ditanya mengenai penyebab luka di tubuhnya. Isyarat ini menjadi bukti kunci dalam penyelidikan.
  2. Viralnya Video di Media Sosial: Video kesaksian terakhir NS menyebar luas di platform media sosial, memicu gelombang simpati dan kemarahan dari masyarakat. Banyak netizen yang menuntut keadilan dan transparansi dalam penyelidikan kasus ini.
  3. Respon Cepat dari Polres Sukabumi: Menanggapi viralnya video tersebut, Polres Sukabumi segera mengambil langkah dengan membuka penyelidikan intensif. Mereka berkomitmen untuk mengungkap kebenaran di balik kematian bocah ini, termasuk memeriksa kemungkinan adanya unsur kekerasan.
  4. Dugaan KDRT yang Menguat: Isyarat NS yang menunjuk ke ibu tirinya dalam video telah memperkuat dugaan bahwa ia mungkin menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga. Polisi sedang mengumpulkan bukti-bukti tambahan untuk mendukung atau menolak hipotesis ini.
  5. Dampak Sosial dan Psikologis: Kasus ini tidak hanya menyoroti isu kekerasan terhadap anak, tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang sistem perlindungan anak di masyarakat. Banyak pihak menyerukan peningkatan kesadaran dan tindakan preventif untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Penyelidikan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi keluarga korban dan masyarakat luas, sekaligus menjadi pelajaran berharga dalam upaya melindungi hak-hak anak di Indonesia.