Berkendara di Jalan Tol Saat Hujan: Waspadai Risiko Aquaplaning dan Kurangi Kecepatan
Berkendara di jalan tol saat hujan turun membutuhkan kewaspadaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan mengemudi di jalan arteri biasa. Hal ini disebabkan oleh karakteristik jalur bebas hambatan yang berbeda, termasuk kecepatan kendaraan yang umumnya lebih tinggi dan kondisi permukaan yang dapat menjadi lebih licin.
Permukaan Basah dan Daya Cengkeram Ban yang Berkurang
Permukaan aspal yang basah akibat hujan membuat daya cengkeram ban berkurang secara signifikan. Kondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan, terutama jika pengemudi tidak menyesuaikan kecepatan dan teknik mengemudi mereka. Aquaplaning menjadi ancaman serius, yaitu situasi di mana ban kehilangan traksi karena lapisan air di permukaan jalan, menyebabkan kendaraan sulit dikendalikan.
Peringatan dari Ahli Safety Driving
Jusri Pulubuhu, Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), menekankan pentingnya kesadaran pengemudi terhadap potensi bahaya saat hujan turun di jalan tol. "Pengemudi harus memahami bahwa kondisi basah mengubah dinamika berkendara, dan kewaspadaan ekstra sangat diperlukan untuk mencegah insiden," ujarnya.
Berikut adalah beberapa tips praktis untuk berkendara aman di jalan tol saat hujan:
- Kurangi kecepatan secara bertahap dan pertahankan jarak aman dengan kendaraan di depan.
- Pastikan ban dalam kondisi baik dengan tekanan yang sesuai untuk meningkatkan traksi.
- Hindari pengereman mendadak dan gunakan teknik mengemudi yang halus.
- Nyalakan lampu kendaraan untuk meningkatkan visibilitas bagi pengemudi lain.
- Jika terjadi aquaplaning, jangan panik, lepaskan pedal gas secara perlahan, dan arahkan kemudi dengan lembut.
Dengan menerapkan langkah-langkah ini, pengemudi dapat mengurangi risiko kecelakaan dan memastikan perjalanan yang lebih aman meski dalam kondisi hujan. Selalu prioritaskan keselamatan dengan memantau kondisi cuaca dan merencanakan perjalanan dengan baik.