Badan Gizi Nasional Imbau Menu MBG Ramadhan Tidak Pedas dan Tahan Lama
Badan Gizi Nasional Imbau Menu MBG Ramadhan Tahan Lama

Badan Gizi Nasional Imbau Menu MBG Ramadhan Tidak Pedas dan Tahan Lama

Badan Gizi Nasional telah mengeluarkan imbauan resmi terkait penyusunan menu Makanan Bergizi Berimbang (MBG) selama bulan suci Ramadhan. Imbauan ini menekankan pentingnya menghindari makanan pedas dan memilih hidangan yang memiliki daya tahan lama, dengan tujuan utama untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.

Pentingnya Menghindari Makanan Pedas

Dalam imbauannya, Badan Gizi Nasional menjelaskan bahwa konsumsi makanan pedas selama Ramadhan dapat menimbulkan berbagai gangguan pencernaan, seperti maag, heartburn, atau iritasi lambung, terutama saat perut dalam kondisi kosong setelah berpuasa seharian. Makanan pedas juga berpotensi meningkatkan risiko dehidrasi, yang sudah menjadi tantangan umum selama puasa di cuaca tropis Indonesia. Oleh karena itu, disarankan untuk mengganti bumbu pedas dengan rempah-rempah lain yang lebih aman, seperti kunyit, jahe, atau kayu manis, yang tetap memberikan cita rasa tanpa efek samping merugikan.

Kriteria Makanan Tahan Lama untuk MBG

Selain anjuran untuk tidak pedas, Badan Gizi Nasional juga menyarankan agar menu MBG Ramadhan bersifat tahan lama, artinya tidak mudah basi atau rusak dalam penyimpanan. Hal ini penting mengingat pola makan selama Ramadhan seringkali melibatkan persiapan makanan dalam jumlah besar untuk sahur dan berbuka. Makanan yang tahan lama dapat membantu mengurangi risiko keracunan makanan dan memastikan asupan gizi tetap optimal. Contoh makanan yang direkomendasikan termasuk sayuran yang dimasak dengan baik, protein seperti ayam atau ikan yang diolah dengan metode pengawetan alami, serta karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau ubi.

Manfaat Kesehatan dari Imbauan Ini

Dengan mengikuti imbauan Badan Gizi Nasional, masyarakat diharapkan dapat menjalani puasa Ramadhan dengan lebih sehat dan nyaman. Menu MBG yang tidak pedas dan tahan lama tidak hanya mendukung sistem pencernaan, tetapi juga membantu menjaga energi sepanjang hari. Pola makan seperti ini juga sejalan dengan prinsip gizi seimbang, yang mencakup variasi nutrisi dari berbagai kelompok makanan. Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa imbauan ini didasarkan pada penelitian ilmiah dan pengalaman praktis, sehingga diharapkan dapat diadopsi secara luas oleh keluarga, komunitas, dan penyedia layanan makanan selama Ramadhan.

Secara keseluruhan, imbauan Badan Gizi Nasional ini merupakan langkah proaktif untuk meningkatkan kualitas hidup selama bulan suci, dengan fokus pada pencegahan masalah kesehatan yang umum terjadi. Masyarakat diimbau untuk memperhatikan asupan gizi mereka, tidak hanya selama Ramadhan, tetapi juga sebagai kebiasaan sehari-hari untuk mendukung kesehatan jangka panjang.