Kisah Pilu NS Bocah Sukabumi: Tobat Palsu Ibu Tiri dan Laporan yang Terhenti
Sebuah video singkat yang menyayat hati menjadi kepingan bukti terakhir bagi NS, bocah berusia 12 tahun asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi. Di atas ranjang rumah sakit dengan tubuh yang ringkih, NS hanya mampu mengarahkan telunjuknya ke arah satu sosok, ibu tirinya, TR. "Tuh, tuh..." ucapnya dengan lirih.
Kalimat pendek itu seketika memicu ledakan emosi Anwar Satibi (38), ayah kandung korban. Dalam keadaan marah, ia langsung memukul istrinya di hadapan petugas kepolisian sebelum akhirnya dilerai. Kini, NS telah tiada, tetapi kematiannya menyisakan tabir gelap yang perlahan tersingkap.
Memori Pahit Laporan Kekerasan Setahun Silam
Kematian NS menyeret kembali memori pahit tentang laporan kekerasan setahun silam yang sempat terhenti karena sebuah janji "tobat palsu". Anwar Satibi tak mampu menyembunyikan penyesalannya. Ia mengungkap bahwa dugaan kekerasan terhadap anak ini bukanlah yang pertama.
Setahun lalu, Anwar sebenarnya sudah melaporkan istrinya ke Polres Sukabumi setelah melihat tubuh kecil NS penuh luka akibat hantaman benda tumpul. Namun, laporan itu akhirnya dihentikan setelah TR berjanji akan bertobat dan tidak mengulangi perbuatannya.
Janji tobat itu ternyata hanya palsu belaka. Kekerasan terus berlanjut hingga akhirnya NS harus meregang nyawa di rumah sakit. Kejadian ini menyoroti pentingnya penanganan serius terhadap laporan kekerasan anak, tanpa kompromi terhadap janji-janji kosong.
Polisi kini tengah menyelidiki kasus ini lebih lanjut, termasuk menunggu hasil patologi dan toksikologi untuk menentukan penyebab kematian NS. Masyarakat Sukabumi pun berduka, menuntut keadilan bagi bocah malang yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga.