Kekerasan di Daycare Bisa Rusak Rasa Aman dan Kepercayaan Anak
Kekerasan Daycare Rusak Rasa Aman Anak

Kekerasan yang terjadi di tempat penitipan anak atau daycare tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga berdampak serius pada psikologis anak. Pakar dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengingatkan bahwa pengalaman traumatis tersebut dapat merusak rasa aman dan kepercayaan anak terhadap lingkungan sekitarnya.

Dampak Psikologis Kekerasan di Daycare

Menurut pakar IPB, anak yang mengalami kekerasan di daycare berisiko mengalami gangguan perkembangan emosional dan sosial. Rasa aman yang seharusnya terbentuk di lingkungan pengasuhan justru hancur, sehingga anak menjadi cemas, takut, dan sulit mempercayai orang lain.

Rusaknya Rasa Aman

Anak kecil sangat bergantung pada rasa aman untuk tumbuh dan berkembang. Ketika kekerasan terjadi di tempat yang seharusnya menjadi tempat aman kedua setelah rumah, anak kehilangan fondasi kepercayaan. Hal ini dapat memicu gangguan kecemasan, mimpi buruk, dan perilaku regresif seperti mengompol atau menghisap jempol.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kepercayaan yang Hancur

Kepercayaan anak terhadap orang dewasa, terutama pengasuh, menjadi rusak. Anak mungkin menjadi sangat waspada atau justru menarik diri dari interaksi sosial. Dampak jangka panjangnya bisa berupa kesulitan menjalin hubungan sehat di masa depan.

Pentingnya Lingkungan Pengasuhan yang Aman

Pakar IPB menekankan bahwa daycare harus menjadi tempat yang mendukung tumbuh kembang anak, bukan sebaliknya. Pengelola dan pengasuh wajib menciptakan lingkungan yang hangat, responsif, dan bebas kekerasan. Orang tua juga perlu lebih selektif dalam memilih daycare serta aktif memantau kondisi anak.

Langkah Pencegahan dan Penanganan

  • Seleksi ketat pengasuh: Pastikan pengasuh memiliki latar belakang pendidikan dan pelatihan pengasuhan anak yang baik.
  • Pengawasan ketat: Pasang kamera pemantau (CCTV) di area bermain dan tidur anak.
  • Edukasi anak: Ajarkan anak tentang bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh, serta cara melaporkan kejadian tidak menyenangkan.
  • Dukungan psikologis: Jika kekerasan sudah terjadi, segera bawa anak ke psikolog untuk mendapatkan penanganan trauma.

Kekerasan di daycare adalah pelanggaran serius terhadap hak anak. Semua pihak, termasuk pemerintah, pengelola, dan orang tua, harus bersinergi untuk mencegah dan menindak tegas pelaku kekerasan. Masa depan anak-anak Indonesia tidak boleh dikorbankan oleh ulah segelintir oknum.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga