Waspada Modus Penipuan BSU Pangan Tunai Rp 1,7 Juta Beredar di Media Sosial
Waspada Penipuan BSU Pangan Tunai Rp 1,7 Juta di Medsos

Waspada Modus Penipuan BSU Pangan Tunai Rp 1,7 Juta Beredar di Media Sosial

Di tengah maraknya informasi di dunia digital, masyarakat perlu lebih berhati-hati terhadap konten yang beredar di media sosial. Sejak awal Februari 2026, muncul unggahan dengan narasi yang mengklaim adanya Bantuan Subsidi Upah (BSU) Pangan Tunai sebesar Rp 1,7 juta. Unggahan ini telah menyebar luas di berbagai platform media sosial, menarik perhatian banyak pengguna yang mungkin tertarik dengan bantuan tersebut.

Narasi Menyesatkan dan Tautan Pendaftaran

Dalam unggahan yang beredar, disebutkan bahwa bantuan ini tersedia bagi mereka yang memenuhi syarat. Para pengguna yang tertarik diminta untuk segera mendaftar dengan cara mengeklik tautan yang disertakan dalam postingan tersebut. Pendaftaran diklaim tidak dipungut biaya apa pun, sehingga membuatnya terlihat seperti kesempatan yang menggiurkan bagi banyak orang, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Namun, penting untuk diketahui bahwa informasi ini ternyata keliru atau hoaks. Beredarnya narasi semacam ini bukanlah hal baru dalam dunia digital, di mana penipuan sering kali menyamar sebagai program bantuan pemerintah atau lembaga resmi lainnya. Masyarakat harus selalu waspada dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum diverifikasi kebenarannya.

Modus Penipuan yang Harus Diantisipasi

Modus penipuan seperti ini biasanya bertujuan untuk mengumpulkan data pribadi pengguna atau bahkan melakukan tindakan kriminal lainnya. Dengan mengklik tautan yang disediakan, pengguna bisa saja diarahkan ke situs palsu yang dirancang untuk mencuri informasi sensitif, seperti nomor rekening bank, kata sandi, atau data identitas lainnya. Ini merupakan ancaman serius bagi keamanan siber dan privasi individu.

Otoritas terkait dan pakar keamanan siber telah berulang kali mengingatkan masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi sebelum mengambil tindakan apa pun. Langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Memeriksa sumber informasi dari situs resmi pemerintah atau lembaga yang berwenang.
  • Tidak mudah mengklik tautan yang mencurigakan atau berasal dari sumber yang tidak dikenal.
  • Melaporkan konten hoaks kepada platform media sosial atau pihak berwajib jika ditemukan.

Dengan meningkatnya kasus penipuan digital, edukasi dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam melindungi diri dari ancaman tersebut. Selalu ingat, jika sesuatu terlihat terlalu baik untuk menjadi kenyataan, kemungkinan besar itu adalah penipuan.