Bank Dunia Soroti Tantangan Indonesia Keluar dari Jebakan Pendapatan Menengah
Indonesia saat ini masih berada dalam kategori negara berpendapatan menengah di panggung global. Meskipun telah mencatat berbagai kemajuan ekonomi yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, posisi tersebut dinilai belum cukup kuat untuk mengantarkan Indonesia naik kelas menjadi negara berpendapatan tinggi.
Peringatan dari Bank Dunia
Bank Dunia (World Bank) memberikan peringatan bahwa Indonesia akan sulit keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) jika tidak melakukan reformasi struktural yang lebih mendalam dan komprehensif. Reformasi ini dianggap sangat penting, terutama dalam perbaikan iklim usaha dan investasi yang lebih kondusif.
Lead Country Economist World Bank untuk Indonesia dan Timor Leste, David Knight, menyampaikan bahwa Indonesia belum mampu melompat ke kelompok negara berpendapatan tinggi. Hal ini terjadi meskipun kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir tergolong cukup baik dan menunjukkan tren positif.
Kinerja Ekonomi yang Belum Cukup
David Knight menekankan bahwa meskipun ada kemajuan, pertumbuhan ekonomi yang dicapai belum cukup untuk mendorong Indonesia keluar dari kategori pendapatan menengah. Dia menyoroti perlunya langkah-langkah strategis yang lebih agresif dalam meningkatkan daya saing nasional.
Beberapa area yang memerlukan perhatian khusus meliputi:
- Perbaikan regulasi dan birokrasi untuk memudahkan investasi
- Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan
- Penguatan infrastruktur pendukung kegiatan ekonomi
- Inovasi teknologi dan adopsi digital yang lebih luas
Implikasi bagi Masa Depan Ekonomi Indonesia
Tanpa reformasi struktural yang mendalam, Indonesia berisiko terjebak dalam status negara berpendapatan menengah untuk waktu yang lebih lama. Hal ini dapat menghambat pencapaian target pembangunan jangka panjang dan kesejahteraan masyarakat.
Para ahli ekonomi menyarankan agar pemerintah fokus pada kebijakan yang mendorong produktivitas dan inovasi, serta menciptakan lingkungan bisnis yang lebih kompetitif di tingkat global.