Bos Jaringan Scam Online Kamboja Diekstradisi ke China, Terkait Konglomerat Besar
Bos Scam Online Kamboja Diekstradisi ke China

Bos Jaringan Scam Online Kamboja Diekstradisi ke China, Terkait Konglomerat Besar

Beijing - Pemerintah China melalui media resmi CCTV melaporkan pada Rabu (03/04) bahwa seorang tersangka bernama Li Xiong telah diekstradisi dari Kamboja. Li diduga sebagai anggota inti dari jaringan penipuan daring yang beroperasi di wilayah Kamboja. Pemerintah Kamboja sendiri telah mengkonfirmasi kebenaran proses ekstradisi ini melalui pernyataan resmi.

Keterkaitan dengan Konglomerat dan Geng Kriminal

Dalam laporannya, CCTV menyebut Li Xiong sebagai mantan ketua Huione Group yang berada di bawah naungan Prince Group. Media pemerintah China itu juga menyatakan bahwa Li merupakan "anggota inti dari geng kriminal Chen Zhi". Chen Zhi sendiri adalah pendiri Prince Group, salah satu konglomerat terbesar di Kamboja yang menurut situs webnya berfokus pada pengembangan properti, layanan keuangan, dan layanan konsumen.

Chen Zhi telah diekstradisi ke China pada Januari lalu. Ia dituduh mengendalikan operasi kompleks yang melibatkan kerja paksa di berbagai lokasi di Kamboja. Menariknya, Chen pernah menjabat sebagai penasihat bagi Perdana Menteri Kamboja Hun Manet serta ayahnya, mantan pemimpin Hun Sen.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penyangkalan Pemerintah Kamboja dan Pencabutan Kewarganegaraan

Dalam wawancara dengan AFP pada Februari, Perdana Menteri Hun Manet mengaku bahwa pemerintah Kamboja "tidak tahu bahwa dia [Chen] adalah otak di balik jaringan tersebut". Pernyataan ini sekaligus menjadi penolakan terhadap tuduhan kolusi yang dilontarkan kepada pemerintah Kamboja.

Baik Chen Zhi maupun Li Xiong sebelumnya memiliki kewarganegaraan Kamboja. Namun, pemerintah Kamboja telah mencabut status kewarganegaraan kedua tersangka tersebut sebagai bagian dari proses hukum.

Krisis Penipuan Daring yang Melanda Kamboja

Pada tahun 2025, Amerika Serikat menuduh bahwa Prince Group bertindak sebagai kedok bagi "salah satu organisasi kriminal transnasional terbesar di Asia". Kelompok-kelompok hak asasi manusia juga menyatakan bahwa Kamboja menjadi tuan rumah bagi puluhan ribu orang yang terlibat dalam aktivitas penipuan daring.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China menegaskan bahwa "memberantas perjudian daring dan penipuan telekomunikasi merupakan tanggung jawab bersama komunitas global". Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya kerjasama internasional dalam menangani kejahatan lintas batas seperti ini.

Target Penutupan Pusat Penipuan

Pemerintah Kamboja sendiri telah menyatakan harapannya untuk dapat menutup semua pusat penipuan daring di wilayahnya pada akhir April mendatang. Komitmen ini menunjukkan upaya serius dari otoritas Kamboja dalam memberantas kejahatan siber yang telah merugikan banyak korban di berbagai negara.

Kasus ekstradisi Li Xiong ini menjadi perkembangan terbaru dalam upaya global memerangi jaringan penipuan daring yang semakin canggih dan terorganisir. Proses hukum terhadap para tersangka di China akan menjadi perhatian banyak pihak yang peduli dengan keamanan siber dan perlindungan konsumen di era digital.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga