Viral! Bocah Depok Menangis Meronta-Ronta Usai Sepeda Dicuri Pria Tak Dikenal
Viral! Bocah Depok Menangis Sepeda Dicuri, Ortu Lapor Polisi

Viral! Bocah Depok Menangis Meronta-Ronta Usai Sepeda Dicuri Pria Tak Dikenal

Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan momen mengharukan seorang bocah menangis meronta-ronta setelah sepedanya dibawa kabur oleh seorang pria tak dikenal di wilayah Sukmajaya, Kota Depok. Orang tua korban yang tidak terima dengan kejadian tersebut telah melaporkan insiden pencurian ini kepada pihak kepolisian setempat untuk ditindaklanjuti.

Rekaman CCTV Ungkap Modus Pelaku

Dari rekaman CCTV yang beredar luas, terlihat dengan jelas pelaku mengenakan baju berwarna biru. Dalam rekaman tersebut, korban yang masih anak-anak tampak sedang mengendarai sepeda gunung merk Element dan berjalan bersama pelaku melewati sebuah gang sempit di permukiman warga.

Kejadian ini terjadi pada hari Selasa, 31 Maret 2026, sekitar pukul 09.00 WIB di daerah Sukmajaya, Depok. Yang lebih mengkhawatirkan, pelaku disebutkan telah beberapa hari terlihat mengamati dan memantau pergerakan korban sebelum akhirnya mengambil tindakan merampas sepeda milik anak tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kronologi Pencurian yang Terencana

Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, memberikan penjelasan detail mengenai kronologi kejadian. Awalnya, korban yang berinisial AN sedang bersepeda gunung di sekitar kompleks perumahan dari rumahnya. Tiba-tiba, pelaku mendekat dan menepuk pundak korban.

"Lalu datang pelaku memanggil dan langsung menepuk pundak anak pelapor kemudian pelaku menyuruh anak pelapor untuk di antar ke Masjid," ujar AKP Made dalam keterangan resminya pada Rabu, 1 April 2026.

Setelah tiba di Masjid, pelaku kemudian mengarahkan korban untuk pergi ke tempat kejadian perkara (TKP). Sesampainya di lokasi, korban disuruh untuk mengecek apakah ada warung di sekitar area tersebut.

"Lalu anak pelapor pergi kemudian pelaku kabur dengan membawa sepeda anak pelapor," tambahnya. Modus ini menunjukkan bahwa pelaku telah merencanakan aksinya dengan matang untuk mencuri sepeda korban.

Laporan Polisi dan Penyidikan Berjalan

Orang tua korban yang merasa geram dengan peristiwa ini telah mengambil langkah hukum dengan membuat laporan polisi (LP) di Polsek Sukmajaya. Laporan resmi tersebut kini menjadi dasar bagi pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

AKP Made Budi menegaskan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan intensif oleh unit yang berwenang. Polisi sedang mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik pencurian sepeda anak tersebut.

Insiden ini menjadi perhatian publik karena tidak hanya menyangkut nilai materiil sepeda, tetapi juga trauma psikologis yang dialami oleh korban yang masih belia. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap kejahatan serupa dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga