Polisi masih menyelidiki kasus pencurian tas milik pedagang martabak mini di kawasan Pesanggaran, Jakarta Selatan, yang terjadi pada Selasa (28/7/2026) lalu. Tas selempang korban berisi uang tunai Rp100 ribu, empat unit telepon genggam, jam tangan, KTP, dan ATM. Salah satu HP tersebut merupakan kado untuk anak korban.
Kronologi Pencurian
Kapolsek Pesanggrahan Kompol Seala Syah Alam menjelaskan, berdasarkan video yang beredar, pelaku pencurian diduga berjumlah dua orang. Keduanya datang dengan berboncengan sepeda motor. Salah satu pelaku kemudian turun dan mendekati korban yang saat itu tengah tertidur di samping gerobak dagangannya. Tanpa memakan waktu lama, pelaku berhasil menggasak tas korban dan melarikan diri.
"Kerugian tas selempang isinya uang Rp100 ribu, empat unit HP, termasuk kado untuk anak beliau, jam tangan, KTP, ATM," kata Kompol Seala Syah Alam, Rabu (29/7/2026).
Lokasi Kejadian dan Koordinasi Polisi
Menurut Seala, lokasi kejadian sebenarnya berada di wilayah Kreo, Kota Tangerang, bukan di Jakarta Selatan. Oleh karena itu, pihaknya kini berkoordinasi dengan Polsek Ciledug yang membawahi wilayah tersebut untuk mengungkap kasus ini. "Kami akan menemui pedagang martabak mini yang korban pencurian. Dalam kesempatan tersebut memberikan tali asih dan berjanji akan mengungkap kasus tersebut dengan berkolaborasi dengan Polsek Ciledug karena lokasi kejadian berada di wilayah Kreo, Larangan, Tangerang," jelasnya.
Dampak dan Bantuan untuk Korban
Peristiwa ini menambah panjang daftar kejahatan jalanan yang menimpa pedagang kecil. Korban kehilangan tidak hanya barang berharga, tetapi juga kado yang sudah disiapkan untuk anaknya. Pihak kepolisian memberikan bantuan tali asih kepada korban sebagai bentuk empati dan berjanji akan mengusut tuntas pelaku. "Kami akan mengungkap kasus ini dengan berkolaborasi dengan Polsek Ciledug," tegas Seala.
Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung. Polisi mengimbau masyarakat, terutama pedagang kaki lima, untuk lebih waspada dan tidak tidur di tempat dagangan sendirian. Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan dapat terjadi kapan saja, terutama di area yang sepi atau minim pengawasan.
Respons Publik dan Harapan Keamanan
Kejadian pencurian ini menarik perhatian warga sekitar. Banyak yang mengaku prihatin dan berharap polisi segera menangkap pelaku. Seorang pedagang di lokasi yang enggan disebut namanya mengatakan, "Kami khawatir kejadian serupa terulang. Semoga polisi cepat bertindak." Pihak kepolisian berjanji akan meningkatkan patroli di kawasan rawan kejahatan, khususnya di area tempat para pedagang berjualan.



