Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mulai menyiapkan langkah ekspansi layanan generasi kelima (5G) setelah mengamankan tambahan spektrum sebesar 80 MHz pada lelang frekuensi pita 700 MHz dan 2,6 GHz yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Tambahan spektrum tersebut akan dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan jaringan 5G, meningkatkan kapasitas layanan, sekaligus membuka peluang pengembangan layanan Fixed Wireless Access (FWA) sebagai salah satu mesin pertumbuhan baru perusahaan.
Apresiasi atas Lelang yang Transparan
Director & Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan lelang frekuensi yang dinilai berlangsung secara disiplin, transparan, dan efisien. “Indosat berhasil mendapat tambahan spektrum sebesar 80 MHz pada pita 700 MHz dan 2,6 GHz. Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah, khususnya Komdigi, atas pelaksanaan lelang ini. Alhamdulillah, Indosat juga menjadi salah satu peserta yang memperoleh hasil lelang dengan harga yang kompetitif,” ujar Reski di Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Strategi Pemanfaatan Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz
Reski menjelaskan bahwa penambahan spektrum pada dua pita frekuensi tersebut memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam memperkuat layanan 5G Indosat. Pita frekuensi 700 MHz akan dimanfaatkan untuk memperluas cakupan jaringan karena memiliki karakteristik propagasi sinyal yang lebih baik, sehingga mampu menjangkau wilayah yang lebih luas. Sementara itu, pita 2,6 GHz akan difokuskan untuk meningkatkan kapasitas jaringan agar mampu melayani trafik data yang terus meningkat, terutama di kawasan dengan kepadatan pengguna yang tinggi.
“Nah, spektrum tambahan ini juga pasti akan memperkuat cakupan, kapasitas, dan pengalaman Indosat 5G bagi para pelanggan kami. Dengan adanya 700 MHz akan meningkatkan coverage dan 2,6 GHz akan meningkatkan kapasitas,” kata Reski.
FWA sebagai Mesin Pertumbuhan Baru
Selain meningkatkan kualitas jaringan seluler, Indosat melihat tambahan spektrum sebagai modal penting untuk memperluas layanan Fixed Wireless Access (FWA), yaitu layanan internet berbasis jaringan seluler yang dapat digunakan sebagai alternatif internet rumah tanpa perlu menarik kabel fiber optik. Menurut Reski, investasi pada spektrum baru juga membuka peluang monetisasi berbagai layanan berbasis 5G yang tengah dikembangkan perusahaan.
“Ke depannya investasi ini juga akan membuka peluang untuk pertumbuhan bagi layanan FWA dan tentunya monetisasi layanan Indosat 5G lainnya. Dengan tambahan spektrum yang semakin kuat, kita melihat tidak hanya meningkatkan kapasitas jaringan, tapi juga membuka ruang untuk menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik kepada para pelanggan kami,” tuturnya.
Fondasi Ekosistem 5G Nasional
Ia menambahkan, penguatan spektrum menjadi fondasi penting bagi pengembangan ekosistem 5G di Indonesia. Seiring semakin luasnya adopsi jaringan generasi kelima, perusahaan berharap berbagai inovasi digital juga akan tumbuh lebih cepat dan memberikan dampak terhadap transformasi digital nasional. “Hal ini kami lihat menjadi fondasi penting bagi perluasan layanan Indosat 5G. Dengan semakin meningkatnya layanan 5G tentunya inovasi digital akan semakin banyak dan diharapkan mendukung transformasi digital Indonesia di masa depan,” tutup Reski.
Dengan langkah ini, Indosat optimistis dapat memperkuat posisinya di pasar telekomunikasi tanah air, sekaligus berkontribusi pada percepatan digitalisasi Indonesia. Ke depannya, perusahaan akan terus mengembangkan infrastruktur dan layanan berbasis 5G untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi akan konektivitas cepat dan andal.



