Polisi Tangkap 3 Pelaku Pencurian Pecah Kaca Rp1,2 Miliar di Jakbar
3 Pelaku Pencurian Pecah Kaca Rp1,2 M Ditangkap

Polisi berhasil menangkap tiga orang tersangka dalam kasus pencurian uang sebesar Rp1,2 miliar dengan modus pecah kaca mobil yang terjadi di Kalideres, Jakarta Barat. Ketiga pelaku ditangkap di lokasi berbeda setelah polisi melakukan penyelidikan intensif.

Kronologi Pencurian

Aksi pencurian terjadi pada Selasa, 9 Juni 2026, sekitar pukul 11.30 WIB. Korban berinisial FB baru saja mengambil uang tunai sebesar Rp1,2 miliar dari sebuah bank. Dalam perjalanan kembali ke kantor, ban mobil korban tiba-tiba bocor. Korban kemudian berhenti di sebuah bengkel di kawasan Kalideres untuk mengganti ban.

Saat korban sedang sibuk mengganti ban, para pelaku memanfaatkan kesempatan tersebut. Mereka memecahkan kaca mobil bagian tengah sebelah kanan dan mengambil sebuah tas berisi uang tunai Rp1.200.000.000. Korban baru menyadari kehilangan setelah selesai mengganti ban dan kembali ke mobil.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penangkapan Pelaku

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Resa Fiardi Marasabessy, mengungkapkan bahwa timnya berhasil mengamankan tiga pelaku. "Tim berhasil mengamankan tiga pelaku," kata Resa dalam keterangan pers pada Rabu, 29 Juli 2026.

Tersangka pertama adalah Sartono Andi (53 tahun) yang ditangkap di Cileungsi, Bogor pada Rabu, 17 Juli 2026. Dua lainnya, Murdini (35) dan Marwan (51), ditangkap di Bengkulu pada Jumat, 24 Juli 2026. Saat penangkapan, para pelaku sempat melawan petugas. "Karena berusaha menyerang petugas, dilakukan tindakan tegas terukur karena membahayakan nyawa masyarakat," ujar Resa.

Pelaku Residivis dan Masih Diburu

Hasil pendalaman sementara menunjukkan bahwa komplotan ini merupakan residivis. "Para pelaku residivis dan sudah melakukan kejahatan berulang," ucap Resa. Polisi masih mengejar dua pelaku lain yang masuk daftar pencarian orang (DPO) dengan inisial D dan H.

Pencurian dengan modus pecah kaca ini menyita perhatian publik karena nilainya yang besar. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada, terutama saat mengambil uang dalam jumlah besar di bank. Polisi juga terus mengembangkan penyelidikan untuk menangkap seluruh anggota komplotan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga