Pengadilan Amerika Serikat (AS) merilis surat yang diduga ditulis oleh terpidana kejahatan seksual, Jeffrey Epstein, sebelum ia meninggal dunia akibat bunuh diri. Surat tersebut ditemukan oleh teman satu sel Epstein dan telah menjadi bahan perdebatan baru terkait kasus yang mengguncang dunia ini.
Isi Surat Epstein
Dalam surat yang ditulis di atas kertas bergaris itu, Epstein dengan tegas membantah semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia menulis, "Mereka menyelidiki saya selama berbulan-bulan -- TIDAK MENEMUKAN APA PUN!!!" Selain itu, ia juga menyatakan, "Sungguh menyenangkan bisa memilih waktu untuk mengucapkan selamat tinggal." Surat tersebut diakhiri dengan kalimat, "Apa yang kau ingin aku lakukan -- Menangis tersedu-sedu!! Tidak menyenangkan -- TIDAK BERHARGA!!"
Proses Hukum dan Publikasi
Surat itu telah disegel selama bertahun-tahun sebagai bagian dari proses pidana teman satu sel Epstein. Namun, Hakim Kenneth Karas dari Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York memerintahkan rilisnya setelah adanya permintaan dari New York Times. Meskipun dokumen tersebut belum diverifikasi keasliannya, publikasi surat ini memicu kembali pertanyaan tentang kematian Epstein.
Kontroversi Kematian Epstein
Epstein ditemukan tewas di selnya pada Agustus 2019 saat menunggu persidangan atas dakwaan perdagangan seks. Kematiannya dinyatakan sebagai bunuh diri, tetapi banyak kejanggalan seperti kelalaian keamanan di penjara dan hilangnya rekaman CCTV menimbulkan keraguan. Sebelum insiden tersebut, Epstein pernah ditemukan terluka dalam upaya bunuh diri yang gagal pada akhir Juli 2019, dan surat ini diduga ditulis pada masa itu.
Dampak Kasus Epstein
Kasus Epstein terus mengguncang politik Amerika dan Inggris, dengan dokumen-dokumen terkait penyelidikan terhadap kehidupan pemodal tersebut dirilis secara bertahap. Surat wasiat ini menjadi salah satu bukti baru yang menambah kompleksitas kasus yang telah memicu berbagai spekulasi dan teori konspirasi.



