Sumarno (43), petugas keamanan di kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, tewas secara tragis setelah ditenggelamkan. Jasadnya ditemukan dalam kondisi terborgol pada Jumat, 24 Juli 2026 lalu. Sosok yang dikenal sebagai ayah hangat dan petugas Linmas desa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.
Dedikasi Tinggi sebagai Ayah
Di mata keluarga, Sumarno adalah kepala keluarga yang penuh tanggung jawab. Meski padat bekerja sebagai satpam Perum Jasa Tirta (PJT) II, ia tak pernah abai terhadap anak-anaknya. Setiap pagi, sebelum memulai tugas, ia selalu mengantar anaknya ke sekolah.
"Salah satu contoh ia tanggungjawab ke anak dan istri, ia rutin mengantarkan anaknya sekolah," ujar Usep (53), kakak ipar korban, saat ditemui di rumah duka, Selasa (28/7/2026). Bagi Usep, Sumarno adalah figur yang tak kenal lelah dalam mengurus keluarga.
Peran Aktif di Masyarakat
Tak hanya di rumah, Sumarno juga dipercaya oleh warga Desa Kembang Kuning. Selain menjalankan tugas sebagai satpam di objek vital nasional, ia aktif sebagai anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) desa. Kepercayaan dari perusahaan dan pemerintah desa menjadi bukti integritasnya.
"Setahu saya almarhum orang baik. Selain satpam PJT II, dia juga Linmas desa. Ada kepercayaan besar dari pihak perusahaan maupun pemerintah desa," ungkap Usep. Kehilangan Sumarno dirasakan sebagai kehilangan seorang pelindung komunitas.
Keluarga Serahkan pada Proses Hukum
Mengenai penemuan korban yang terborgol, pihak keluarga memilih untuk tidak berspekulasi. Mereka menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kepada kepolisian. Harapan keluarga hanya satu: kasus ini segera terungkap dan pelaku diadili.
"Kami percayakan kepada pihak berwajib. Harapan keluarga hanya satu, semoga kasus ini cepat terungkap," tegas Usep. Polisi masih menyelidiki dugaan keterlibatan geng motor, namun hingga kini belum ada titik terang. Ketidakadaan CCTV di lokasi kejadian menjadi kendala dalam penyelidikan.
Fokus pada Dukungan Moral dan Beasiswa Anak
Di tengah duka, keluarga berfokus pada istri dan kedua anak Sumarno yang masih terpukul. Mereka mengapresiasi rencana bantuan beasiswa pendidikan dari berbagai pihak. Usep mengatakan, keluarga memilih untuk tetap tenang dan mendampingi istri almarhum.
"Itu kewenangan aparat. Saya lebih fokus mendampingi istri almarhum dan keluarga agar tetap tabah," tuturnya. Semoga keadilan dapat ditegakkan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan.



