Polisi: Dokter PPDS Siak Meninggal Bunuh Diri Suntik Obat
Polisi: Dokter PPDS Siak Tewas Bunuh Diri Suntik Obat

Kepolisian Resor Siak akhirnya mengungkap tabir kematian dr. Alex Cristo Loris, dokter residen anestesi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Riau yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafian, Siak, Riau. Berdasarkan hasil penyelidikan yang komprehensif, polisi memastikan bahwa dokter tersebut meninggal dunia akibat bunuh diri dengan cara menyuntikkan obat anestesi ke dalam tubuhnya.

Hasil Autopsi dan Penyelidikan

Kepala Polres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, dalam konferensi pers di Siak pada Selasa, 4 Agustus 2026, mengungkapkan bahwa hasil autopsi menunjukkan adanya bekas suntikan pada punggung tangan kiri korban. Bekas suntikan tersebut diduga menjadi jalur masuk obat Rocuronium ke dalam tubuh korban. Pemeriksaan toksikologi yang dilakukan terhadap sampel urine, darah, dan ginjal korban juga menemukan kandungan Rocuronium.

"Hasil autopsi menyatakan terdapat bekas suntikan pada punggung tangan kiri korban yang diduga sebagai jalur masuk obat 'Rocuronium' ke dalam tubuh. Pemeriksaan toksikologi menemukan kandungan Rocuronium pada sampel urine, darah, dan ginjal korban," kata AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, sebagaimana dikutip dari Antara pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kronologi Penemuan Jasad

Sebelumnya, jasad dokter Alex Cristo Loris ditemukan di semak belukar di samping pagar RSUD Tengku Rafian Siak pada Selasa, 14 Juli 2026, sekitar pukul 11.30 WIB. Penemuan ini sempat menimbulkan spekulasi di masyarakat, mengingat sang dokter ditemukan dalam kondisi tidak wajar.

Menurut AKBP Sepuh Ade Irsyam, penyidik langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan. Mereka juga mengamankan barang bukti, memeriksa rekaman CCTV, meminta keterangan saksi, serta melibatkan sejumlah ahli untuk memastikan penyebab kematian secara objektif dan profesional. Dari olah TKP, korban ditemukan dalam posisi terlentang di semak belukar sekitar lima meter dari pagar luar RSUD Tengku Rafian Siak.

Di dekat korban, polisi menemukan sebuah tas berisi perlengkapan medis, antara lain stetoskop, obat anestesi Propofol, ampul Lidocaine, spuit yang berisi Fentanyl Citrate dan Rocuronium Bromide, serta sejumlah jarum suntik. Temuan ini menjadi petunjuk awal yang mengarah pada dugaan bunuh diri.

Rekaman CCTV dan Barang Bukti

Rekaman CCTV yang diambil dari dua sumber menunjukkan korban berjalan seorang diri menuju lokasi kejadian pada malam sebelum ditemukan meninggal dunia. Tidak terlihat adanya orang lain yang mendampingi korban. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa korban bertindak sendirian.

"Penyidik Satreskrim Polres Siak menyimpulkan bahwa tidak ditemukan fakta yang mengarah pada tindak pidana pembunuhan. Penyebab kematian almarhum dr Alex Cristo Loris disimpulkan sebagai akibat dari perbuatannya sendiri," tegas AKBP Sepuh Ade Irsyam.

Penyebab Kematian dan Analisis Forensik

Ahli forensik menyimpulkan bahwa kematian korban disebabkan oleh efek Rocuronium yang mengakibatkan kelumpuhan total otot pernapasan, sehingga korban mengalami mati lemas (asfiksia). Memar pada kepala korban tidak menjadi penyebab kematian, sedangkan luka-luka lain pada tubuh merupakan luka pasca kematian akibat aktivitas serangga.

"Pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Riau juga menguatkan bahwa bercak darah pada jarum suntik identik dengan DNA korban, sehingga menunjukkan jarum tersebut digunakan oleh korban sendiri dan mengandung Rocuronium," tandasnya.

Pesan untuk Kesehatan Mental

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan mental, terutama di kalangan tenaga kesehatan yang sering menghadapi tekanan berat. Bunuh diri bukanlah jawaban atau solusi dari permasalahan hidup. Bagi Anda, teman, saudara, atau keluarga yang sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi, atau merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan untuk menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan terdekat, seperti Puskesmas atau Rumah Sakit.

Selain itu, terdapat layanan konsultasi melalui aplikasi Sahabatku yang dapat diunduh di Play Store, atau menghubungi Call Center Halo Kemenkes di 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan dan permintaan saran masyarakat. Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, atau surel ke kontak@kemkes.go.id.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga