Peran 4 Tersangka Pembunuhan Lansia di Pekanbaru Terungkap
Peran 4 Tersangka Pembunuhan Lansia Pekanbaru

Peran Empat Tersangka Pembunuhan Lansia di Pekanbaru

Polisi mengungkap peran dari empat tersangka dalam kasus pembunuhan sadis terhadap Dumaris Boru Sitio (60) di Kota Pekanbaru, Riau. Anisa Florensa atau AF, yang merupakan menantu korban, bertindak sebagai otak pelaku pembunuhan. Tiga pelaku lainnya adalah Selamet atau SL, Erwandi alias Iwan, dan Lisbet. Awalnya, mereka hanya merencanakan perampokan, namun kemudian berubah pikiran dan merencanakan pembunuhan.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra menyatakan, "Awalnya ingin merampok, tapi di jalan berubah pikiran." AF memiliki hubungan pertemanan dengan Lisbet atau L sejak SMP di Sumatera Utara. AF meminta L untuk menemaninya beraksi merampok di rumah mertuanya. Dari Aceh, mereka menyewa kendaraan yang kemudian menjadi barang bukti.

Di Pekanbaru, keempat pelaku telah beberapa kali menyusun rencana. Mereka melakukan survei lokasi sebanyak empat kali untuk memastikan aksi berjalan lancar. Korban tidak mencurigai mereka karena hubungan yang baik, meskipun pernikahan antara anak pertama korban dengan AF berlangsung pada 2022 dan AF keluar dari rumah tersebut pada 2023 meski belum bercerai.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Selamet atau SL menjadi eksekutor dengan memukul korban menggunakan balok kayu. Pukulan tidak hanya sekali, tetapi hingga lima kali, tidak hanya di kepala. "Pemukulan tidak cukup sekali dan tidak hanya mengarah ke kepala. Hampir lima kali hingga korban meninggal dunia dan dibawa ke kamar mandi," kata Zahwani.

Sebelumnya, Dumaris ditemukan tewas di rumahnya di Kecamatan Rumbai pada Rabu (29/4) siang. Suaminya, Salmon Mena, menemukan korban tergeletak bersimbah darah. Rekaman CCTV mengungkap jejak para pelaku. Salah satu pelaku adalah wanita berinisial AF, menantu korban. Detik-detik pembunuhan terekam jelas: para pelaku datang dengan mobil hitam, seorang wanita berkaus hitam (AF) masuk halaman, disusul wanita berjaket hoodie biru, lalu dua pria. Korban keluar dan menyalami AF. Tak lama, seorang pria membawa kayu balok dan memukul kepala korban hingga tewas.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga