Pembunuh Wanita Sukabumi Unggah Video Kerangka Korban Saat Keluarga Lapor Hilang
Pembunuh Wanita Sukabumi Unggah Video Kerangka Korban

Polisi menangkap H alias Delon (42), terduga pembunuh Eka Yani (33) yang jasadnya ditemukan tinggal kerangka di Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Delon juga mengunggah kembali video viral penemuan kerangka korban ke akun Facebook miliknya demi mengelabui publik.

detikJabar telah mengklarifikasi sosok pemilik akun media sosial tersebut kepada pihak kepolisian. Aparat membenarkan bahwa akun yang mengunggah video evakuasi korban itu adalah milik pelaku yang kini telah diringkus.

Polisi Konfirmasi Pelaku Pengunggah Video

"Betul (sosok pengunggah video) itu pelakunya," kata Kasat Reskrim Polres Sukabumi Iptu Dudi Suharyana saat dimintai konfirmasi terkait kepemilikan akun tersebut, Kamis (16/7/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pantauan detikJabar pada Kamis (16/7/2026), Delon mengunggah video penemuan kerangka Yani di kawasan Perkebunan PT Indah Bumi Plantasi (IBP), Blok 17, Kampung Cimahi, Desa Sagaranten, sekitar dua hari yang lalu atau pada Selasa (14/7/2026). Aksi pelaku tersebut langsung berbalik menjadi senjata makan tuan. Begitu polisi merilis identitasnya, unggahan video tersebut langsung diserbu dan dirujak habis-habisan oleh warganet. Saat dilihat, sedikitnya ada 500 komentar kecaman dan ratusan tanda suka yang membanjiri postingan tersebut.

Ironi di Balik Unggahan Pelaku

Ironisnya, unggahan video dari pelaku itu dilakukan pada hari yang sama saat keluarga korban tengah dirundung kecemasan luar biasa. Pada Selasa (14/7/2026) itu, keluarga Yani membuat laporan ke Polsek Sagaranten.

Keluarga menaruh kecurigaan kuat bahwa kerangka manusia bersweater merah yang menghebohkan warga tersebut adalah Eka Yani. Perempuan asal Kampung Sindangsari, Desa Cimenteng, Kecamatan Curugkembar itu memang dilaporkan telah hilang kontak selama beberapa pekan terakhir.

Identifikasi Korban Berdasarkan Ciri Fisik

Kecurigaan keluarga kala itu diperkuat oleh sejumlah tanda fisik tak terbantahkan yang ditunjukkan penyidik, mulai dari corak pakaian, seuntai rambut sambung, hingga struktur kawat gigi (behel) yang masih melekat pada rahang kerangka korban saat diidentifikasi di RS Bhayangkara.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga