Kasus penyekapan seorang anak baru gede (ABG) di sebuah apartemen di Jakarta Utara membongkar keberadaan home industry narkoba. Pelaku, seorang pria warga negara China, memproduksi sendiri vape yang mengandung zat etomidate di apartemen tersebut.
Kronologi Pengungkapan
Pabrik etomidate ini terbongkar setelah polisi menyelidiki laporan penculikan ABG berinisial AAW (17) di sebuah apartemen di Ancol, Jakarta Utara, pada Sabtu, 25 April, sekitar pukul 03.00 WIB. Pihak kepolisian kemudian menggerebek apartemen tersebut dan mengamankan korban beserta pelaku, CH (50).
Prioritas Keselamatan Korban
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, langkah pertama petugas adalah memastikan korban dalam kondisi aman dan mendapatkan penanganan yang diperlukan. “Dalam penanganan perkara ini, keselamatan korban menjadi prioritas utama. Korban telah dievakuasi dari lokasi dan diberikan pendampingan, termasuk upaya pemulihan psikologis,” ujar Kombes Budi Hermanto pada Senin, 27 April.
Dugaan Pelecehan Seksual
Dihubungi terpisah, Kanit PPA Polres Metro Jakarta Utara Kompol Ni Luh Sri Orsini mengatakan bahwa pihaknya saat ini mendalami dugaan pelecehan seksual yang dialami korban oleh WN China tersebut. “Kita lebih fokus kepada pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Untuk penyekapan sih sebenarnya kurang masuk ya unsurnya,” ujar Kasat PPA Polres Metro Jakarta Utara Kompol Ni Luh Sri Orsini saat dikonfirmasi pada Kamis, 7 Mei.
Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui CH dan AAW saling berkenalan setelah diperkenalkan oleh teman korban yang juga masih di bawah umur. Teman tersebut sudah lebih dulu kenal dengan CH. “Dia dikenalkan, dikenalkan dua temannya, dua temannya si korban. Dua temannya itu salah satunya sudah sering ini dengan si WNA,” jelas Ni Luh.
Penemuan Ratusan Etomidate
Polisi mengungkap fakta lain dalam kasus ini. Dalam pengungkapan tersebut, ditemukan adanya ratusan vape etomidate yang masih didalami lebih lanjut. “Dari TKP pertama, kami mengamankan 321 cartridge siap edar beserta bahan dan alat pendukung lainnya,” kata Budi.
Sementara itu, Kasatresnarkoba Polres Metro Jakarta Utara AKBP Ari Galang Saputro menjelaskan, dari kasus penyekapan tersebut ditemukan sejumlah vape berisi etomidate. Pihaknya kemudian melakukan pengembangan terkait temuan barang haram tersebut. “Iya, jadi awalnya dari penyekapan itu, di situ ditemukan ada barang bukti sejumlah vape etomidate,” kata AKBP Galang saat dihubungi pada Kamis, 7 Mei.
Pengembangan ke TKP Lain
Dari pengembangan tersebut, penyidik kemudian melakukan penggeledahan ke tempat kejadian perkara (TKP) 2, yakni di sebuah apartemen di kawasan Pademangan, Jakarta Utara. “Tetapi saat kita ke sana hanya ditemukan cartridge kosong, timbangan, dan alat suntik,” imbuhnya.
Tak berhenti sampai situ, penyidik melakukan pengembangan hingga menggeledah TKP 3 yang juga di apartemen di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Di sana, penyidik menemukan sejumlah vape etomidate siap edar, termasuk bahan baku dan peralatannya. “Nah di TKP 3 inilah yang menjadi tempat produksinya,” kata dia.
Omzet Capai Puluhan Juta
Di TKP 3 ini, polisi menemukan ratusan vape etomidate yang sudah terbungkus dan siap untuk diedarkan, 6 bungkus bahan baku, dan alat produksi yang digunakan oleh tersangka untuk memasak. Ari Galang menjelaskan bahwa tersangka memproduksi etomidate di apartemen tersebut dengan bahan baku yang dipesan dari negaranya. “Pengakuan dari tersangka, bahan yang dia pesan dari luar negeri, yakni dari China,” kata Galang, dikutip dari Antara, Kamis, 7 Mei.
Belum dijelaskan sejak kapan CH memproduksi narkoba di apartemen. Namun, Galang menyebutkan omzet penjualan tersangka dari bisnis haram ini bisa mencapai puluhan juta rupiah dalam satu kali transaksi. “Kalau omzet per bulan masih kita kalkulasi karena masih ada beberapa barang yang belum diedarkan,” imbuhnya.



