Kondisi Tragis Balita Tewas Dibunuh Paman ODGJ di Bekasi, Luka Tusuk Lebih dari 10
Balita Tewas Dibunuh Paman ODGJ di Bekasi, Luka Tusuk Lebih 10

Seorang balita berusia 2 tahun tewas secara tragis dalam sebuah pembunuhan di Jatisampurna, Kota Bekasi. Tubuh korban ditemukan dengan sejumlah luka senjata tajam yang parah, diduga akibat serangan dari pamannya sendiri yang mengalami gangguan jiwa atau Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).

Luka Tusuk Lebih dari Sepuluh

Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, mengungkapkan bahwa luka-luka di tubuh balita sangat banyak. "Luka-luka di tubuh balita itu cukup banyak, ada di bagian kepala, wajah, badan, hingga selangkangan. Bahkan, ada luka iris di bagian pipi yang cukup parah. Kami perkirakan ada lebih dari sepuluh tusukan," ujarnya, Jumat (29/5/2026).

Pelaku Masih Dirawat Intensif

Terduga pelaku yang merupakan paman korban saat ini belum bisa dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Ia dikabarkan dalam kondisi kritis akibat luka tusuk pada bagian dada serta pipi kiri dan kanan. "Untuk saat ini, statusnya masih terduga pelaku dan masih kita dalami. Semalam kondisinya sempat kritis, jadi kami harus menunggu kondisinya membaik dan stabil terlebih dahulu sebelum meminta keterangan lebih lanjut," imbuh Iqbal.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Riwayat Gangguan Jiwa Pelaku

Berdasarkan investigasi awal dan keterangan keluarga, terduga pelaku diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan selama ini rutin menjalani pengobatan ke psikiater serta mengonsumsi obat. Namun, dalam dua hari terakhir sebelum kejadian, ia tidak mengonsumsi obat penenang karena kendala biaya keluarga yang tidak mampu membeli obat tersebut.

Kronologi Kejadian

Korban ditemukan tewas di rumah kontrakan di Jatisampurna, Kota Bekasi, pada Rabu (27/5). Saat itu, korban ditemukan bersimbah darah bersama pamannya, G (18), yang juga mengalami luka tusukan. Peristiwa terjadi saat nenek korban pergi berjualan. Polisi masih menyelidiki lebih lanjut dugaan pembunuhan tragis ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga