Polisi Selidiki Asal Usul 25 Kg Kokain di Pantai Selayar, Diduga dari Filipina
Makassar - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait asal usul barang bukti berupa 25 kilogram kokain yang ditemukan terdampar di Pantai Selayar. Barang haram tersebut diduga kuat berasal dari Filipina, berdasarkan kemiripan kemasan dengan temuan serupa di negara tersebut.
Kemasan Identik dengan Temuan di Filipina
Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Djuhandhani Rajardjo Puro, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan adanya kemasan yang identik dengan barang bukti kokain yang ditemukan di Filipina pada Oktober 2025. Meskipun jumlahnya lebih banyak, temuan di Selayar ini memiliki bungkusan yang sama persis.
"Kemudian dihubungkan dengan TKP yang pernah didapatkan di bulan Oktober 2025, kami juga membaca berita di Filipina, didapatkan barang yang identik, identik bungkusannya yang sama dengan ini yang kita dapatkan," kata Djuhandhani, seperti dilansir dari detikSulsel, Senin (16 Maret 2026).
Dugaan Penyebaran dari Kelompok Narkoba
Polisi masih mengusut kemungkinan bahwa kokain tersebut sengaja diselundupkan oleh kelompok narkoba asal Filipina. Dugaan ini diperkuat oleh kondisi paket yang sudah ditumbuhi rumput laut, menunjukkan bahwa barang tersebut telah lama terapung di laut sebelum akhirnya terdampar.
"Kemudian kalau kita lihat dari TKP, barang-barang ini didapatkan memang sudah diselimuti oleh rumput laut. Jadi ini ada kemungkinan ini sudah lama, sudah lama terapung dan baru terdampar," jelas Djuhandhani.
Kronologi Penemuan oleh Warga
Barang bukti kokain seberat 25 kg ini pertama kali ditemukan oleh warga pada Sabtu, 28 Februari 2026. Awalnya, nelayan mencurigai dua bungkusan yang terdampar di pesisir pantai saat mereka sedang mencari barang hanyut.
Selanjutnya, warga kembali menemukan barang bukti kokain yang terdampar di Pantai Selayar pada Minggu (8 Maret), Jumat (13 Maret), dan Minggu (15 Maret). Semua barang bukti tersebut terbungkus dalam plastik hitam dan dililit dengan lakban, menunjukkan pola yang konsisten.
Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap jaringan di balik penyelundupan narkoba ini, dengan fokus pada keterkaitan dengan Filipina. Polisi berkomitmen untuk menindak tegas pelaku dan mencegah peredaran narkoba lebih lanjut di wilayah tersebut.
