Kampung Narkoba di Samarinda Dijaga 31 'Sniper' Pantau Polisi
Kampung Narkoba Samarinda Dijaga 31 Sniper

Bareskrim Polri mengungkap ketatnya penjagaan sindikat narkoba di kampung narkoba Gang Langgar, Samarinda, Kalimantan Timur. Sindikat tersebut memasang puluhan orang yang disebut 'sniper' sebagai pengawas yang memantau pergerakan orang luar hingga polisi yang datang ke kawasan tersebut.

Hal ini terungkap setelah tim gabungan dari Subdit IV Dittipidnarkoba dan Satgas NIC Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kombes Handik Zusen dan Kombes Kevin Leleury melakukan penyelidikan secara undercover selama dua hari di Gang Langgar.

Pengawasan Ketat dengan 31 Sniper

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso menjelaskan bahwa pada Selasa, 12 Mei 2026, tim gabungan melakukan penyelidikan dengan melakukan undercover buy pada malam hari. Dari hasil pengamatan di malam hari, terdapat 31 sniper yang merupakan anggota sindikat narkoba yang bertugas sebagai pengawas area kampung narkoba di setiap gang.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Para sniper ini tidak hanya mengawasi orang yang datang dari luar, tetapi juga termasuk mengawasi apabila ada polisi yang akan melakukan penggerebekan. Jika polisi datang, mereka akan memberitahu sindikat di dalam.

Pada malam itu, tim berhasil melakukan undercover buy dan mendapatkan dua paket kecil narkoba jenis sabu seharga Rp 300 ribu. Barang bukti tersebut diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Penggerebekan Berhasil Amankan 11 Tersangka

Setelah memastikan adanya peredaran sabu, tim melanjutkan pengamatan pada Rabu, 13 Mei 2026 siang. Dari hasil pemantauan, jumlah sniper di Gang Langgar berkurang menjadi 22 orang pada siang hari. Tim kembali melakukan undercover buy sebanyak 4 paket kecil sabu.

Pada Kamis, 14 Mei 2026, tim melakukan pembuntutan terhadap dua orang mencurigakan yang keluar dari Gang Langgar. Kedua tersangka tersebut dibuntuti hingga masuk ke sebuah hotel. Setelah keluar menuju parkiran Hotel Manau, tim gabungan mengamankan Hariyanto dan Fredhy Septian Akbar.

Saat digeledah, ditemukan peluru senapan angin dari saku celana Hariyanto. Selain itu, diamankan 22 plastik klip berisi sabu dari Fredhy Septian Akbar yang dibeli dari Gang Langgar.

Dari penangkapan ini, polisi kemudian melakukan penggerebekan di Gang Langgar. Total ada 11 tersangka yang diamankan dan dibawa ke Bareskrim Polri untuk penyidikan lebih lanjut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga