Delapan Korban Jiwa Akibat Pesta Miras Oplosan 20 Jam di Subang
8 Tewas Usai Pesta Miras Oplosan 20 Jam di Subang

Tragedi memilukan terjadi di Subang, Jawa Barat, setelah delapan orang meninggal dunia akibat menggelar pesta minuman keras oplosan secara non-stop selama hampir 20 jam. Peristiwa ini berlangsung dari Senin hingga Rabu, 9 hingga 11 Februari 2026, dengan korban berjatuhan setelah menjalani perawatan di beberapa rumah sakit setempat.

Korban Tewas Berjatuhan dalam Rentang Tiga Hari

Korban tewas pertama kali dilaporkan pada Senin, 9 Februari 2026, dan terus bertambah hingga Rabu, 11 Februari 2026. Seluruh korban sebelumnya telah mendapatkan perawatan medis di berbagai fasilitas kesehatan di wilayah Subang, namun nyawa mereka tidak tertolong akibat efek fatal dari konsumsi miras oplosan yang berlebihan.

Kondisi Korban Lainnya Masih Kritis

Sementara itu, beberapa peserta pesta lainnya masih berada dalam kondisi kritis dan memerlukan penanganan intensif. Mereka saat ini dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subang. Tim medis terus berupaya untuk menyelamatkan nyawa mereka dari dampak keracunan alkohol yang parah.

Fakta-Fakta Kunci Tragedi Miras Oplosan di Subang

Berikut adalah rangkuman fakta penting terkait insiden ini:

  1. Pesta miras oplosan berlangsung hampir 20 jam tanpa henti, menunjukkan intensitas konsumsi yang sangat tinggi.
  2. Delapan orang tewas dalam rentang waktu tiga hari, mulai dari Senin hingga Rabu, setelah sebelumnya dirawat di rumah sakit.
  3. Beberapa korban lain masih dalam perawatan intensif di IGD RSUD Subang, dengan kondisi yang belum stabil.
  4. Insiden ini terjadi di wilayah Subang, Jawa Barat, yang menjadi sorotan publik terkait bahaya miras oplosan.
  5. Tragedi ini mengingatkan akan risiko kesehatan dan keselamatan dari konsumsi minuman keras ilegal yang tidak terjamin keamanannya.

Kejadian ini menyoroti urgensi pengawasan dan penegakan hukum terhadap peredaran miras oplosan, serta pentingnya edukasi masyarakat akan bahaya konsumsi alkohol berlebihan. Pihak berwenang diharapkan dapat mengambil langkah preventif untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.