Tanah Bergerak di Semarang, 15 Rumah Rusak, Warga Bangun Tidur dalam Kekacauan
Tanah Bergerak Semarang Rusak 15 Rumah, Warga Kaget

Tanah Bergerak di Semarang Porak-Porandakan 15 Rumah, Warga Bangun Tidur dalam Kekacauan

Bencana tanah bergerak melanda Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, menyebabkan kerusakan parah pada belasan rumah penduduk. Peristiwa yang terjadi pada malam hari itu membuat warga terbangun dari tidur dengan kondisi rumah yang sudah retak dan porak-poranda.

Kisah Pilu Slamet Riyadi, Bangun Tidur Rumah Sudah Rusak

Salah satu korban, Slamet Riyadi (47 tahun), mengaku sedang tertidur ketika tanah bergerak pada Minggu (8/2) malam. Saat terbangun, ia mendapati rumahnya sudah dalam keadaan hancur dengan retakan di setiap sudut.

"Tadi malam rumah ini masih saya tempati. Terus ada pergerakan tanah sekitar 20 sentimeter, bangun tidur rumah sudah porak-poranda. Saya langsung melakukan evakuasi barang-barang," tutur Slamet, seperti dilaporkan detikJateng, Selasa (9/2/2026).

Kerusakan Meluas Hingga Kandang Ternak, Warga Terpaksa Jual Kambing

Tak hanya rumah tempat tinggal yang terdampak, kandang kambing dan ayam milik Slamet juga mengalami kerusakan serius. Atap kandang yang turun memaksanya untuk merencanakan penjualan ternak-ternaknya.

"Kandangnya malah lebih parah kondisinya. Kambing masih ada di kandang, tapi besok rencananya mau dipindahkan dan dijual. Saya juga berencana mengungsi ke masjid karena mempertimbangkan risiko keselamatan, terutama untuk anak-anak," jelas Slamet dengan suara pilu.

15 Rumah Terdampak, 4 di Antaranya Rusak Parah

Slamet menyebutkan bahwa hingga saat ini sudah 15 rumah yang terdampak oleh bencana tanah bergerak ini. Dari jumlah tersebut, terdapat 4 rumah yang mengalami kerusakan sangat parah hingga tidak bisa lagi ditempati.

"Awalnya pada Rabu-Kamis sudah ada 10 rumah terdampak, dengan satu rumah roboh. Setelah hujan semalam, bertambah lagi menjadi 15 rumah yang terdampak. Empat rumah yang rusak parah itu sudah tidak layak huni," ungkap Slamet memberikan penjelasan detail.

Bencana tanah bergerak ini terjadi secara tiba-tiba di malam hari, membuat warga tidak memiliki kesempatan untuk menyelamatkan harta benda mereka. Retakan yang muncul di setiap sudut rumah menunjukkan besarnya tekanan tanah yang bergerak di bawah permukaan.

Kejadian ini menambah daftar bencana geologi yang terjadi di wilayah Semarang, mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi potensi bencana serupa di masa depan.