DVI Jabar Identifikasi 80 Jenazah Korban Longsor Pasirlangu dari 99 Kantong
DVI Jabar Identifikasi 80 Jenazah Korban Longsor Pasirlangu

Tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Kepolisian Daerah Jawa Barat terus melanjutkan upaya identifikasi korban bencana tanah longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Hingga hari Selasa tanggal 10 Februari 2026, tim DVI telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 80 jenazah dari total 99 kantong jenazah yang diterima dari tim SAR gabungan.

Proses Identifikasi Masih Berlanjut

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Barat, Kombes Pol Iwansyah, mengonfirmasi bahwa seluruh jenazah yang belum teridentifikasi telah dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih. Di rumah sakit tersebut, jenazah-jenazah tersebut ditempatkan di dalam lemari pendingin yang berbentuk kontainer untuk menjaga kondisi mereka selama proses identifikasi berlangsung.

Mengapa Identifikasi Membutuhkan Waktu Lama?

Iwansyah menjelaskan bahwa proses identifikasi korban bencana tanah longsor seperti ini tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Faktor-faktor seperti kondisi jenazah, kerusakan fisik, dan kebutuhan pemeriksaan forensik yang mendetail turut mempengaruhi lamanya proses ini. Tim DVI harus bekerja dengan sangat hati-hati dan teliti untuk memastikan setiap identifikasi dilakukan secara akurat.

Proses identifikasi melibatkan berbagai metode, termasuk pemeriksaan gigi, sidik jari, dan analisis DNA, yang semuanya memerlukan waktu dan ketelitian tinggi. Hal ini dilakukan untuk menghormati keluarga korban dan memastikan data yang diberikan kepada mereka adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan demikian, meskipun 80 jenazah telah berhasil diidentifikasi, tim DVI masih harus menyelesaikan identifikasi untuk 19 kantong jenazah lainnya. Upaya ini diharapkan dapat memberikan kepastian dan ketenangan bagi keluarga korban yang masih menunggu kabar tentang anggota keluarganya.