Polri menggeledah sebuah rumah mewah di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (8/7/2026) malam. Penggeledahan ini diduga terkait dengan tiga kasus korupsi besar yang melibatkan PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel. Proses penggeledahan masih berlangsung hingga pukul 23.50 WIB, dengan sejumlah pria berseragam Kortas Tipikor terlihat masuk ke dalam rumah.
Petugas bersenjata lengkap berjaga di luar rumah, dan tidak ada seorang pun yang diizinkan masuk. Penjagaan ketat juga dilakukan di gerbang masuk perumahan, di mana setiap tamu ditanyai kepentingannya. Di dalam rumah, petugas membawa masuk sebuah mesin dan terlihat beberapa orang berbincang di teras lantai dua.
Emas dan Uang Asing Disita
Dalam penggeledahan tersebut, polisi menyita ratusan kilogram emas dan uang asing. Foto yang diterima detikcom menunjukkan penyidik sedang menghitung uang yang ditemukan, diduga berasal dari brankas yang disembunyikan di balik dinding. Lima koper berisi tumpukan emas batangan dan uang asing terlihat di lokasi.
Awalnya, polisi membuka dinding bermotif kayu cokelat yang tampak seperti tidak memiliki ruang di baliknya. Namun, saat dibuka, ditemukan pintu brankas besar berwarna putih. Uang dalam brankas tersebut terdiri dari pecahan mata uang asing dan rupiah, dengan total mencapai Rp 60 miliar.
Joint Investigation dengan Polda Metro Jaya
Kakortas Tipikor Polri, Irjen Totok Suharyanto, menyatakan bahwa pengusutan kasus ini dilakukan secara bersama atau joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Kasus-kasus tersebut meliputi dugaan korupsi pengadaan batu bara yang memicu blackout di Sumatera, kasus ASABRI, dan kasus penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI, anak perusahaan Krakatau Steel.
"Saat ini, Kortas Polri sedang melaksanakan dengan skema joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dalam penanganan perkara korupsi dan pencucian uang pada proses penanganan hukum terhadap perkara PLN BB, kemudian ASABRI tahun 2020 sampai 2025, dan perkara dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI tahun 2020-2025," ujar Irjen Totok Suharyanto.
Atensi Presiden Prabowo Subianto
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan bahwa pengusutan kasus ini menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto. "Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan," kata Budi Hermanto seusai penggeledahan di Cafe de'Clan, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7).
Budi menambahkan bahwa penggeledahan ini merupakan bagian dari pengungkapan dugaan korupsi batu bara di PLN yang memicu blackout di Sumatera, kasus ASABRI, dan Krakatau Steel. Kasus korupsi yang diusut meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. "Dari Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan rangkaian penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang di Cafe de'Clan dan Coin Money Changer. Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel," ujarnya.



