Pakistan menemukan puing-puing pesawat kargo Boeing 737 milik K2 Airways di Laut Arab, dan tim penyelamat masih mencari lima awak pesawat yang hilang sejak Selasa malam. Otoritas Bandara Pakistan (PAA) mengonfirmasi penemuan tersebut setelah pencarian selama 12 jam oleh angkatan laut dan badan penyelamat maritim.
Puing Ditemukan di Lepas Pantai Ormara
PAA menyatakan dalam pernyataan di X bahwa puing-puing berhasil ditemukan dan diidentifikasi sebagai pesawat kargo K2 Airways B737 yang dinyatakan hilang. Puing-puing tersebut berada di Laut Arab, di lepas pantai kota Ormara di pantai selatan Pakistan. Otoritas menerbitkan gambar personel yang mengangkat potongan badan pesawat dari perahu kecil ke kapal lebih besar, dengan puing berwarna merah dan putih bertuliskan "K2 Air" di dek kapal.
"Upaya sedang dilakukan untuk menemukan anggota awak yang hilang," tambah PAA.
Kronologi Hilangnya Pesawat
Pesawat tersebut mendekati Karachi dari Sharjah, Uni Emirat Arab, ketika radar menunjukkan penurunan cepat pada Selasa malam setelah melaporkan masalah sistem navigasi. Menurut PAA, pesawat terlihat di radar pukul 21:21 waktu setempat (1621 GMT) dengan penurunan cepat dan perubahan arah yang cepat, lalu kontak komunikasi hilang sekitar 155 mil laut di barat Karachi.
Data awal dari Flightradar24.com menunjukkan penurunan ketinggian, diikuti kenaikan, lalu penurunan ketinggian kedua yang tiba-tiba dan dramatis.
Reaksi Pemerintah dan Upaya Pencarian
Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyatakan "kesedihan mendalam, duka cita, dan penyesalan atas insiden tragis di mana sebuah pesawat kargo swasta... jatuh ke Laut Arab dan hilang" dalam pernyataan sebelum puing ditemukan. Sebuah sumber mengatakan kepada AFP bahwa angkatan laut dan kapal dagang ikut serta dalam pencarian, didukung pesawat militer.
Profil Pesawat dan Maskapai
K2 Airways adalah maskapai kargo swasta Pakistan yang mengoperasikan penerbangan terjadwal dan charter domestik dan internasional. Pesawat Boeing 737 ini diproduksi tahun 1999, sebelumnya digunakan sebagai pesawat penumpang oleh Aeroflot dan Garuda Indonesia sebelum dikonversi menjadi kargo pada tahun 2012, menurut Airfleets.net.
Sektor penerbangan Pakistan memiliki catatan kecelakaan besar dalam dekade terakhir. Uni Eropa sempat melarang maskapai nasional Pakistan memasuki wilayah udaranya selama empat tahun karena masalah keselamatan dan perizinan, namun larangan dicabut pada tahun 2024.



