Kebakaran Gudang Pestisida di Tangsel Cemari Kali Jalatreng, Ratusan Ikan Mati Mengambang
Gudang Pestisida Terbakar Cemari Kali Jalatreng, Ratusan Ikan Mati

Kebakaran Gudang Pestisida di Tangsel Cemari Kali Jalatreng, Ratusan Ikan Mati Mengambang

Sebuah insiden kebakaran gudang penyimpanan pestisida di Tangerang Selatan telah menyebabkan pencemaran lingkungan yang serius di Kali Jalatreng. Peristiwa yang terjadi pada Senin (9/2) kemarin ini mengakibatkan ratusan ikan mati mengambang di permukaan air akibat kontaminasi bahan kimia berbahaya.

Kronologi Kebakaran dan Dampak Lingkungan

Gudang yang berlokasi di kompleks pergudangan Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan terbakar diduga akibat korsleting listrik. Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya, mengkonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun dampak lingkungan yang ditimbulkan cukup parah.

"Imbas kebakaran gudang kimia, airnya kan melebur ke Kali Jalatreng, itu menyebabkan ikan-ikan yang ada di kali itu mati. Ada banyak, ratusan, ikan-ikan udah pada ngambang karenanya," jelas AKP Dhady Arsya saat dikonfirmasi pada Selasa (10/2/2026).

Gudang tersebut diketahui menyimpan pestisida dalam bentuk cair dan bubuk dengan jumlah diperkirakan mencapai 15-20 ton. Pemilik gudang bernama Lusman baru mengetahui kejadian setelah dihubungi oleh karyawannya, Mahlikul Khasan, yang bertanggung jawab atas operasional gudang.

Proses Pemadaman dan Peringatan Masyarakat

Kebakaran pertama kali diketahui oleh petugas keamanan perusahaan bernama Rehan yang melihat kepulan asap besar dari lokasi kejadian. Rehan kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Danru Security bernama Anam, yang selanjutnya menghubungi karyawan perusahaan dan memanggil tim pemadam kebakaran.

Sebanyak 15 unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Karena sulit dipadamkan dengan air akibat sifat bahan kimia yang mudah bereaksi, akhirnya api berhasil dipadamkan menggunakan pasir sebanyak kurang lebih 2 truk engkel.

"Karena ada pemadaman api oleh damkar lanjut air damkar pemadaman tersebut mengalir ke sungai Jaletreng," tambah Kapolsek Cisauk.

Pihak berwenang telah mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat untuk tidak mengonsumsi ikan dari Kali Jalatreng karena diduga sudah terkontaminasi zat kimia pestisida. Kontaminasi ini dianggap berbahaya bagi kesehatan manusia jika dikonsumsi.

Dampak Lebih Luas dan Konteks Regional

Insiden ini mengingatkan pada kasus serupa yang terjadi sebelumnya di wilayah Tangerang Raya. Sungai Cisadane yang juga pernah tercemar pestisida dari gudang terbakar merupakan sumber air baku PDAM untuk wilayah Kota dan Kabupaten Tangerang.

Pencemaran kali oleh bahan kimia pestisida tidak hanya mengancam ekosistem perairan, tetapi juga berpotensi mengganggu rantai makanan dan kesehatan masyarakat sekitar. Ratusan ikan yang mati mengambang di Kali Jalatreng menjadi bukti nyata dampak destruktif dari insiden ini terhadap biota air.

Pihak berwenang terus melakukan investigasi lebih lanjut untuk menentukan langkah-langkah penanganan dan pencegahan di masa depan. Pemantauan kualitas air di Kali Jalatreng juga akan dilakukan secara intensif untuk memastikan tidak ada dampak jangka panjang yang lebih serius.