Pasutri Ribut Gara-gara 'Pelakor' di KRL, Diturunkan di Stasiun Bekasi Timur
Pasutri Ribut gara-gara 'Pelakor' di KRL, Diturunkan

Keributan di KRL Akibat Perselingkuhan

Keributan terjadi di dalam kereta KRL rute Cikarang-Kampungbandan pada Kamis (16/7) sekitar pukul 20.25 WIB. Seorang istri memergoki suaminya bersama wanita lain yang disebut 'pelakor', sehingga memicu kegaduhan di dalam kereta.

Public Relations Manager KAI Commuter, Leza Arlan, menjelaskan bahwa petugas pengaman segera mengamankan dan menurunkan kedua pengguna tersebut untuk ditindaklanjuti di Stasiun Bekasi Timur. "Usai dimintai keterangan oleh petugas di pos pengaman stasiun, bahwa kegaduhan dipicu oleh permasalahan keluarga (suami-istri)," imbuhnya.

Kronologi Kejadian

Peristiwa tersebut terekam video amatir dan viral di media sosial. Dalam rekaman, terlihat seorang wanita bergumul dengan wanita lain. Wanita yang diduga istri memaki-maki dan mencoba menjambak wanita yang disebutnya sebagai 'pelakor'. "A***** lu pelakor. Calon jablay, pelakor. Gara-gara elu anak gue (suara tak terdengar jelas)," teriak wanita tersebut emosional.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Seorang pria yang diduga suami mencoba melerai dengan berteriak, "Eh udah, udah." Petugas keamanan dan beberapa penumpang juga turut melerai keributan tersebut.

Tindakan KAI Commuter

Petugas keamanan kemudian mengamankan situasi dan menurunkan keduanya di Stasiun Bekasi Timur. Kedua pengguna diberikan peringatan untuk tidak melakukan kegaduhan lagi baik di dalam Commuter Line atau stasiun. Pihak KAI Commuter menyayangkan peristiwa tersebut dan mengimbau pengguna KRL untuk tidak membuat kegaduhan di area publik, khususnya dalam perjalanan Commuter Line.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga