Pramono Anung Ungkap Pergeseran Jam Macet Jakarta Selama Ramadan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa pola kemacetan di Ibu Kota mengalami perubahan signifikan selama bulan Ramadan. Menurutnya, jam macet yang biasanya terjadi pada malam hari kini bergeser ke sore hari, terutama akibat aktivitas warga yang membeli takjil untuk berbuka puasa.
"Memang kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian, dengan Polda Metro Jaya untuk mengatur itu. Terutama dari jam-jam sore ketika mau berbuka puasa," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Pergeseran Jam Sibuk Pagi dan Sore
Pada hari biasa sebelum Ramadan, kepadatan lalu lintas umumnya terjadi sejak pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Namun, selama Ramadan, jam sibuk pagi cenderung mundur. "Dan pagi ada pergeseran kalau dulu jam 06.00, jam 07.00 orang-orang sudah mulai padat sekarang ini jam 08.00, jam 09.00, dan seterusnya," ujarnya.
Selain itu, jam macet sore hari juga mengalami pergeseran karena waktu pulang kantor yang lebih cepat. Kepadatan di sore hari saat Ramadan diperkirakan mulai terjadi pukul 14.00 hingga 15.00 WIB.
Antisipasi Dishub Jakarta dan Polda Metro Jaya
Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta diminta untuk menyiapkan langkah antisipasi guna mengurai kepadatan, khususnya di titik-titik yang kerap menjadi lokasi penjualan takjil dadakan. "Dan kami berkoordinasi, kemarin saya sudah meminta juga kepada dinas perhubungan untuk mempersiapkan ini. Karena ini kan hal yang sudah rutin yang dijalani," imbuh Pramono.
Senada dengan hal itu, Kabag Binopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados menjelaskan bahwa pada pagi hari, kemungkinan jam macet lebih mundur karena adanya kelonggaran waktu masuk kantor. Jam macet pagi hari diprediksi terjadi pukul 09.00 hingga 10.00 WIB.
"Tentunya, dengan kebijakan pemerintah yang melaksanakan kegiatan WFA, termasuk juga kegiatan perkantoran yang dimulai lebih siang, sehingga kemungkinan pergerakan masyarakat lalu lintas itu mungkin kalau di pagi hari antara jam 9 sampai dengan 10," kata Robby kepada wartawan, Rabu (18/2).
Untuk sore hari, Robby menambahkan bahwa peningkatan kendaraan terjadi karena banyak masyarakat yang ingin berbuka puasa bersama keluarga. "Untuk sore hari, kemungkinan besar karena masyarakat kita banyak yang ingin berbuka puasa bersama keluarga maupun family, kemungkinan besar di jam 2 maupun jam 3 sore sudah mengalami peningkatan kendaraan yang mengarah ke Bekasi maupun ke daerah selatan," ujarnya.
Dengan demikian, pergeseran jam macet ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan pihak berwenang untuk mengatur lalu lintas selama Ramadan, demi kenyamanan dan keamanan warga Jakarta.