Korut Pamerkan Sistem Peluncur Roket Raksasa dengan Klaim Kemampuan Nuklir
Korea Utara (Korut) telah memamerkan serangkaian peluncur roket berukuran besar yang diklaim memiliki kemampuan nuklir. Sistem senjata ini diungkapkan ke publik menjelang digelarnya kongres penting Partai Buruh Korea yang berkuasa di negara terisolasi tersebut. Pemimpin Korut, Kim Jong Un, menyatakan bahwa sistem peluncur roket tersebut dirancang untuk menangkal musuh dan memperkuat pertahanan negara.
Persiapan Kongres Partai Buruh Korea
Pengungkapan sistem peluncur roket multiple dengan ukuran 600 mm ini menjadi pusat perhatian dalam persiapan kongres Partai Buruh Korea, yang berlangsung setiap lima tahun sekali. Kongres ini secara luas dianggap sebagai peristiwa politik terpenting di Korut. Kim Jong Un diperkirakan akan merinci fase selanjutnya dalam program senjata nuklir Korut ketika membuka kongres dalam beberapa hari mendatang.
Militer AS Siap Melancarkan Serangan terhadap Iran
Di sisi lain, pengerahan militer Amerika Serikat (AS) secara besar-besaran di kawasan Timur Tengah telah menciptakan ketegangan baru. Pergerakan ini mencakup kapal perang, jet tempur, dan pesawat pengisi bahan bakar, yang dinilai meletakkan dasar bagi potensi serangan berkelanjutan terhadap Iran, jika Presiden Donald Trump memberi perintah.
Laporan dari media-media terkemuka AS, seperti CNN dan CBS, menyebut bahwa militer AS akan siap melancarkan serangan terhadap Iran paling cepat pada akhir pekan ini. Meskipun Trump belum membuat keputusan akhir, ancaman serangan ini muncul di tengah perundingan yang sedang berlangsung untuk mencapai kesepakatan pengganti perjanjian nuklir yang dibatalkan pada tahun 2018.
Latar Belakang Ketegangan AS-Iran
Presiden Trump, yang sebelumnya memerintahkan serangan terhadap Iran pada tahun lalu, telah berulang kali mengancam Teheran dengan tindakan militer jika perundingan tidak membuahkan hasil. Situasi ini semakin memanas dengan adanya laporan bahwa AS mungkin menargetkan sistem rudal Iran, menunggu lampu hijau dari kepemimpinan AS untuk melancarkan operasi.
Berita Internasional Lainnya yang Menarik Perhatian
Selain ketegangan di Korut dan Iran, berikut adalah berita-berita internasional populer lainnya pada hari ini, Kamis, 19 Februari 2026:
- Warga Gaza Sambut Ramadan di Tengah Reruntuhan Masjid: Bulan suci Ramadan di Jalur Gaza dimulai dengan kondisi memilukan, di mana warga Palestina yang kehilangan tempat tinggal dan tempat ibadah akibat serangan Israel, terpaksa mendatangi reruntuhan masjid atau tempat salat darurat yang terbuat dari terpal dan kayu. Di Kota Gaza, kubah Masjid al-Hassaina kini hancur dan bertumpu di atas timbunan puing, dengan halaman masjid yang dulunya digunakan untuk berkumpul, kini menjadi tempat keluarga-keluarga tidur dan memasak.
- Eks Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Dibui Seumur Hidup: Pengadilan Korea Selatan menyatakan mantan Presiden Yoon Suk Yeol bersalah atas dakwaan pemberontakan terkait penetapan darurat militer pada Desember 2024. Yoon dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan Distrik Pusat Seoul, dengan hakim menyatakan bahwa deklarasi darurat militer tersebut merupakan rencana yang disengaja untuk melumpuhkan Majelis Nasional.
- Bayi Monyet 'Punch' Mendunia: Seekor bayi monyet berusia tujuh bulan bernama Punch, yang tinggal di kebun binatang di Jepang, telah memikat hati dunia setelah foto dan videonya yang memeluk boneka orangutan menjadi viral di media sosial. Punch, yang ditelantarkan oleh induknya setelah lahir, menerima perawatan sepanjang waktu dari staf kebun binatang untuk memastikan kesehatannya.
Dengan perkembangan ini, situasi geopolitik global terus menunjukkan dinamika yang kompleks, dari pameran kekuatan militer hingga konflik kemanusiaan, yang memerlukan perhatian dari masyarakat internasional.