Mantan Pangeran Andrew Dilepaskan Usai Ditahan atas Dugaan Pelanggaran Hukum
Jakarta - Kepolisian Thames Valley telah melepaskan Andrew Mountbatten-Windsor, adik Raja Charles III, setelah sempat ditahan pada Kamis (19/02) atas kecurigaan adanya pelanggaran hukum saat memangku jabatan publik. Penahanan ini terjadi dalam rangka penyelidikan yang masih berlangsung, meskipun mantan pangeran tersebut telah dibebaskan dari tahanan.
Kronologi Penahanan dan Pelepasan
Pada pukul 19.00 GMT atau Jumat (20/02) pukul 02.00 WIB, Andrew difoto sedang berada di kursi belakang mobil saat meninggalkan kantor polisi Aylsham, yang terletak sekitar 60 kilometer dari kediamannya di Sandringham, Norfolk, Inggris bagian timur. Sebelumnya, kepolisian juga melakukan penggeledahan di rumahnya di kawasan tersebut sebagai bagian dari investigasi.
Dalam pernyataan resmi, Kepolisian Thames Valley menyatakan: "Pria yang semat ditahan itu kini telah dilepaskan [tapi masih] dalam penyelidikan." Pernyataan ini menegaskan bahwa meskipun Andrew telah dibebaskan, proses hukum terhadapnya belum berakhir dan penyelidikan terus dilanjutkan untuk mengungkap fakta-fakta lebih lanjut.
Latar Belakang dan Tuduhan Pelanggaran
Penangkapan ini dilakukan setelah kepolisian menyatakan sedang meninjau pengaduan terkait dugaan bahwa mantan pangeran Andrew bertukar dokumen rahasia dengan mendiang pelaku kejahatan seksual asal Amerika Serikat, Jeffrey Epstein. Tindakan tersebut diduga terjadi ketika Andrew menjabat sebagai utusan perdagangan Kerajaan Bersatu (UK), sebuah posisi yang memberinya akses ke informasi sensitif.
Asisten Kepala Kepolisian Thames Valley, Oliver Wright, menekankan pentingnya integritas dalam proses ini: "Setelah peninjauan menyeluruh, sekarang kami telah membuka penyelidikan atas tuduhan pelanggaran jabatan publik. Penting bagi kami untuk menjaga integritas dan objektivitas penyelidikan kami saat bekerja sama dengan mitra kami untuk menyelidiki dugaan pelanggaran ini."
Respons dari Andrew dan Keluarga Kerajaan
Andrew Mountbatten-Windsor, yang kehilangan gelar kerajaannya tahun lalu dan kini genap berusia 66 tahun, telah membantah melakukan kejahatan apa pun. Ia juga menyangkal terlibat dalam pelanggaran terkait Epstein dan belum menanggapi permintaan komentar dari BBC atas tuduhan spesifik yang muncul setelah jutaan dokumen Epstein dirilis pada Januari lalu.
Raja Charles III merilis pernyataan setelah penangkapan adiknya, menyatakan keprihatinan mendalam dan menegaskan bahwa hukum harus berjalan sebagaimana mestinya. "Saya menerima kabar dengan keprihatinan mendalam mengenai Andrew Mountbatten-Windsor serta kecurigaan adanya pelanggaran saat memangku jabatan publik. Selanjutnya, proses yang utuh, adil, dan semestinya akan berjalan agar persoalan ini diselidiki dengan cara yang tepat dan oleh otoritas yang berwenang," ujar Raja Charles.
Istana Buckingham juga dikabarkan tidak mendapat pemberitahuan terlebih dahulu tentang penangkapan ini, menambah nuansa ketegangan dalam lingkungan kerajaan.
Reaksi Publik dan Politik
Wakil Perdana Menteri Inggris, David Lammy, menanggapi dengan tegas: "Sebagai menteri kehakiman dan seperti yang telah disampaikan perdana menteri, tidak ada seorang pun di negara ini yang berada di atas hukum. Kini perkara tersebut merupakan penyelidikan polisi, yang harus berlangsung sebagaimana mestinya." Pernyataan ini mencerminkan prinsip kesetaraan di depan hukum yang dipegang teguh oleh pemerintah.
Koresponden BBC di lingkungan Istana Kerajaan, Sean Coughlan, mengingatkan bahwa penangkapan ini tidak boleh dianggap sebagai bukti kesalahan Andrew, karena hingga kini belum ada dakwaan yang dijatuhkan. Namun, ia menyebut peristiwa ini sebagai "keterpurukan yang sangat jauh dari kemegahan Istana Buckingham dan Istana Windsor," menggambarkan betapa kasus ini telah mencoreng reputasi kerajaan.
Implikasi dan Perkembangan Selanjutnya
Kasus ini menyoroti kompleksitas hubungan antara figur publik dan hukum, terutama dalam konteks skandal Epstein yang telah melibatkan banyak nama besar. Andrew, yang sebelumnya kehilangan gelar 'pangeran' akibat skandal seks terkait Epstein, kini menghadapi tantangan baru yang bisa memperburuk posisinya.
Penyelidikan polisi diharapkan dapat berjalan transparan dan adil, dengan memberikan informasi terbaru pada waktu yang tepat, sebagaimana dijanjikan oleh kepolisian. Artikel ini akan diperbarui secara berkala untuk mengikuti perkembangan terbaru dari kasus yang terus menarik perhatian publik ini.