Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu, 29 Juli 2026. Kali ini, KPK mengamankan total 21 orang di tiga lokasi berbeda, termasuk Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang ditangkap di Jakarta. OTT ini merupakan yang ke-18 sepanjang tahun 2026.
Kronologi Penangkapan
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa 21 orang yang terjaring diamankan di tiga lokasi berbeda. Rinciannya adalah 15 orang di Pemalang, lima orang di Jakarta, dan satu orang di Purworejo. "Salah satu orang yang diamankan di Jakarta adalah Bupati Pemalang," kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Budi menambahkan, 12 dari 21 orang yang diamankan akan menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih KPK. Termasuk lima orang yang ditangkap di Jakarta. "Dari 12 orang tersebut, lima di antaranya yang diamankan di Jakarta, saat ini sudah dilakukan pemeriksaan di gedung Merah Putih KPK. (Bupati) tadi malam sudah tiba di gedung Merah Putih KPK untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif," katanya. "Untuk tujuh orang lainnya, enam dari Pemalang dan satu dari Purworejo, kemungkinan siang ini sampai dengan sore, gitu ya, akan tiba di gedung Merah Putih KPK untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," sambung Budi.
Status Hukum Anom Widiyantoro
Saat ini, KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status dari Anom Widiyantoro. Ketentuan itu sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Dalam waktu tersebut, penyidik akan memutuskan apakah yang bersangkutan akan ditetapkan sebagai tersangka atau tidak.
Rekam Jejak OTT KPK 2026
Penangkapan Anom Widiyantoro merupakan operasi tangkap tangan (OTT) ke-18 selama 2026. Berikut daftar OTT KPK sepanjang tahun ini:
- OTT pertama (9-10 Januari): delapan orang ditangkap terkait dugaan suap pemeriksaan pajak di KPP Madya Jakarta Utara.
- OTT kedua (Januari): Wali Kota Madiun Maidi ditangkap.
- OTT ketiga (Januari): Bupati Pati Sudewo ditangkap.
- OTT keempat (Februari): Kepala KPP Madya Banjarmasin ditangkap.
- OTT kelima (Februari): mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu Rizal ditangkap.
- OTT keenam (Februari): Ketua PN Depok I Wayan Eka Mariarta dan Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan ditangkap.
- OTT ketujuh (Maret): Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ditangkap.
- OTT kedelapan (Maret): Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari ditangkap.
- OTT kesembilan (Maret): Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman ditangkap.
- OTT kesepuluh (April): Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo ditangkap.
- OTT kesebelas (Juni): Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim menyerahkan diri.
- OTT kedua belas (Juni): Bupati Muara Enim Edison ditangkap.
- OTT ketiga belas (Juni): ASN Badan Pemeriksa Keuangan RI ditangkap (lanjutan OTT sebelumnya).
- OTT keempat belas (Juni): Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby menyerahkan diri.
- OTT kelima belas (Juli): Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim ditangkap.
- OTT keenam belas (Juli): Bupati Sukoharjo Etik Suryani ditangkap.
- OTT ketujuh belas (Juli): Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini ditangkap.
Dengan demikian, Anom Widiyantoro menambah daftar panjang kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi pada tahun ini. KPK terus berkomitmen memberantas korupsi di Indonesia.



