Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Selasa (28/7/2026) malam hingga Rabu (29/7/2026) pagi, kali ini menargetkan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro. Dalam operasi senyap tersebut, KPK menggeledah sejumlah lokasi, termasuk dua unit rumah di Perumahan Mutiara Residence Pemalang, serta mengamankan 21 orang dari tiga lokasi berbeda.
Kesaksian Warga: Penggeledahan di Perumahan Mutiara Residence
Salah seorang warga perumahan setempat, Ardi, mengaku melihat kedatangan sejumlah mobil ke rumah-rumah di Blok B dan Blok C pada Selasa (28/7/2026) pukul 20.00 WIB. Karena penasaran, ia keluar rumah dan melihat sejumlah orang turun dari mobil serta memasuki rumah. Belakangan diketahui bahwa rombongan tersebut adalah petugas KPK yang melakukan penggeledahan dan penyegelan.
“Tadi awalnya ibu-ibu melihat ada beberapa mobil berhenti di sekitar perempatan. Setelah saya cek, ternyata ada penyegelan rumah,” tutur Ardi. Ia menjelaskan bahwa rumah di Blok C merupakan rumah kontrakan dengan penghuni yang jarang berinteraksi, sehingga identitas pemilik maupun penghuninya tidak banyak diketahui. Sementara itu, rumah di Blok B diketahui ditempati seorang pria berinisial O yang berprofesi sebagai kontraktor di kawasan perumahan.
Istri Bupati Pemalang Ikut Diamankan
Dalam OTT tersebut, istri Bupati Pemalang, Noor Faizah Maenofie (NFM), turut diamankan. NFM berjalan kaki dikawal sejumlah petugas KPK keluar dari Rumah Dinas Bupati Pemalang di kompleks Pendopo Kabupaten Pemalang pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 01.41 WIB. Ia memilih bungkam tanpa memberikan keterangan apapun saat ditanya wartawan, lalu bergegas masuk ke dalam mobil Avanza putih yang telah disiapkan petugas KPK dengan kawalan ketat aparat perempuan KPK.
Operasi ini menambah daftar panjang OTT yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2026. Dengan pengamanan 21 orang, KPK menunjukkan komitmennya dalam memberantas korupsi di daerah. Hingga berita ini diturunkan, KPK belum memberikan pernyataan resmi mengenai jumlah uang atau barang bukti yang disita.
Dampak dan Tindak Lanjut
Penangkapan Bupati Pemalang ini menjadi yang terbaru dalam rangkaian OTT KPK di Jawa Tengah. Sebelumnya, beberapa kepala daerah di provinsi tersebut juga telah ditangkap dalam kasus serupa. Masyarakat berharap proses hukum berjalan transparan dan memberikan efek jera bagi pelaku korupsi lainnya.



