Kehangatan Keluarga Nadiem Makarim Warnai Sidang Tipikor di Bulan Ramadan
Kehangatan Keluarga Nadiem di Sidang Tipikor Ramadan

Kehangatan Keluarga Nadiem Makarim Warnai Sidang Tipikor di Bulan Ramadan

Suasana berbeda terasa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Senin, 23 Februari 2026. Di tengah bulan suci Ramadan, ruang sidang yang biasanya penuh dengan ketegangan hukum justru dipenuhi oleh kehangatan keluarga. Nadiem Makarim, mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), kembali menjalani persidangan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook yang disebut merugikan negara hingga Rp 2 triliun.

Dukungan Keluarga di Barisan Depan

Sejak sebelum sidang dimulai, kursi baris depan telah ditempati oleh kedua orang tua Nadiem, yaitu Nono Makarim dan Atika Algadrie. Mereka hadir bersama istri serta kerabat dekat lainnya, menunjukkan solidaritas yang kuat di tengah ujian hukum yang panjang. Di antara para pengunjung, tampak pula beberapa mitra pengemudi Gojek yang setia mengikuti jalannya persidangan dari waktu ke waktu.

Tepat pukul 10.27 WIB, Nadiem Makarim melangkah masuk ke ruang sidang. Ia langsung disambut dengan pelukan dan salam hangat dari keluarganya. Sang ibu, Atika Algadrie, menyapanya dengan nada lembut dan penuh perhatian.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Hows your feeling?" tanya Atika. "Good," jawab Nadiem singkat. "Nasi goreng dimakan?" tanya Atika lagi. "Makan," angguk Nadiem. Ia kemudian beralih kepada ayahnya, Nono Makarim, yang selama ini setia duduk berjam-jam mengikuti setiap proses persidangan. "Kuat papa? Berjam-jam di sini?" ujar Nadiem sembari mengusap pundak sang ayah. "Kuat," jawab Nono dengan senyum yang menguatkan.

Kondisi Kesehatan dan Agenda Sidang

Ketika ditanya oleh majelis hakim mengenai kesehatannya, Nadiem Makarim sempat menyatakan bahwa ia masih membutuhkan perawatan medis selama lima hari ke depan akibat reinfeksi luka pasca-operasi. Meskipun dalam kondisi yang kurang fit, ia tetap hadir untuk menjalani proses hukum.

Di balik momen kehangatan keluarga tersebut, sidang hari ini dijadwalkan untuk menghadirkan sepuluh saksi. Mereka adalah Andre Soelistyo, Tedjokusumo Raymond, Juliana, Ali Mardi Djohardi, RA. Koesoemohadiani, Jose Dima Satria, Kevin Aluwi, Adesty Kamelia Usman, Oki Zulkifli, dan Deswitha. Persidangan ini merupakan bagian dari kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook yang tidak hanya menjerat Nadiem, tetapi juga tiga terdakwa lain yang disidangkan secara terpisah, yaitu Mulyatsyah, Sri Wahyuningsih, dan Ibrahim Arief. Sementara itu, satu tersangka lainnya, Jurist Tan, belum dapat dihadirkan karena masih berstatus buron.

Potret Sederhana di Tengah Ujian Hukum

Sebelum palu sidang diketuk dan kesaksian dimulai, yang lebih dulu terlihat adalah potret sederhana namun penuh makna: seorang anak yang menanyakan kabar orang tuanya, dan orang tua yang tetap hadir memberikan dukungan tanpa henti. Kehadiran keluarga di ruang sidang ini menjadi pengingat bahwa di balik kasus hukum yang kompleks, terdapat ikatan emosional dan nilai-nilai kekeluargaan yang tetap terjaga.

Persidangan kasus korupsi Chromebook ini terus berlanjut dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi kunci. Namun, pada hari itu, suasana Ramadan dan kehangatan keluarga berhasil memberikan nuansa yang berbeda, mengingatkan semua pihak bahwa di tengah beratnya proses hukum, dukungan dari orang terdekat dapat menjadi sumber kekuatan yang tak ternilai.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga