Seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Valenth A Tambuto (24) ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di kamar mes pekerja sebuah perusahaan di Kota Yerevan, Armenia. Korban yang berasal dari Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, ditemukan dengan kaki, tangan, dan mulut terikat lakban.
Kronologi Penemuan Jenazah
Kabar meninggalnya Valenth pertama kali diterima oleh pihak keluarganya pada Rabu (15/7) malam. Adik korban, Arnold Tambuto, mengaku masih sempat berkomunikasi dengan kakaknya beberapa jam sebelum kabar duka itu diterima. "Iya benar kakak saya yang meninggal di Armenia. Almarhum bekerja di sana di bidang IT di perusahaan konsultan IT," ujar Arnold kepada wartawan, Minggu (19/7/2026).
Arnold mengatakan komunikasi terakhir dengan korban terjadi pada Rabu (15/7) dini hari sekitar pukul 01.00 Wita atau hari Selasa (14/7) malam waktu Armenia. Setelah itu korban tidak lagi bisa dihubungi melalui aplikasi obrolan telepon. Keluarga baru mengetahui korban meninggal dunia setelah mendapat kabar dari pamannya pada malam hari.
Kecurigaan Pacar Berujung Penemuan Jenazah
Informasi tersebut berawal dari pacar korban bernama Tati yang berada di Filipina merasa curiga karena tidak bisa menghubungi Valenth sepanjang hari. "Pacarnya minta dicek (ke teman kantornya Valenth) di kamar karena biasanya mereka komunikasi hampir tiap jam. Waktu dicek, katanya ada orang di dalam tertutup selimut seperti sedang tidur. Setelah dibuka ternyata (korban) sudah tidak bernyawa," ungkap Arnold.
"Setelah itu dicarilah informasi keluarga (almarhum) dan melalui teman yang sekarang berada di Manado, pacar almarhum memberikan informasi dan diteruskan ke om kami," lanjut Arnold.
Kondisi Korban dan Dugaan Pembunuhan
Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. "Kondisi jenazah (waktu ditemukan) katanya terikat lakban. Kaki, tangan, dan mulut itu terikat lakban. Waktu itu saya syok saya matikan telepon saya tidak dengar jauh lagi, tapi infonya saya dengar memang waktu dibuka (jenazahnya) ada banyak darah," beber Arnold.
Arnold mengatakan keluarga memperoleh sejumlah informasi yang mengarah pada dugaan pembunuhan di balik kematian kakaknya. "Memang informasi itu (pembunuhan) banyak yang menyebutkan. Kami dapat informasi dari beberapa kerabat dekat dan juga dari pacar almarhum sendiri," ujar Arnold Tambuto kepada wartawan, Minggu (19/7/2026).
Koordinasi dengan KBRI dan Proses Pemulangan
Keluarga masih berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai kondisi jenazah dan proses pemulangannya ke Indonesia. Keluarga berharap jenazah korban dapat segera dipulangkan ke kampung halamannya di Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros.



