Praktik dugaan jual beli kartu layanan transportasi gratis di Jakarta tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dalam unggahan yang beredar di platform X, terlihat adanya akun yang menawarkan kartu fasilitas transportasi gratis yang seharusnya diperuntukkan bagi kelompok penerima manfaat tertentu.
Pramono Anung Perintahkan Pengusutan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku telah mengetahui kabar tersebut dan langsung memerintahkan jajarannya untuk melakukan pengusutan hingga penindakan kepada pihak yang terlibat. "Saya kebetulan mengikuti dan saya meminta untuk siapa pun yang melakukan itu, termasuk kalau kemudian ada indikasi keterlibatan orang dalam, maka saya minta untuk diambil tindakan yang tegas," ujar Pramono kepada wartawan di Balai Kota Jakarta.
Transparansi Sistem Transportasi
Pramono menegaskan bahwa pengaturan sistem transportasi di Jakarta, termasuk mekanisme kepemilikan kartu layanan transportasi gratis, dilakukan secara transparan dan terbuka. Ia meminta persoalan tersebut ditindaklanjuti secara serius. "Karena sekarang ini bagian dari transparansi untuk pengaturan sistem transportasi di Jakarta, termasuk kartu yang dimiliki itu dilakukan secara transparan dan terbuka," jelasnya.
Menjaga Integritas Layanan Publik
Di sisi lain, Pramono menekankan pentingnya menjaga integritas layanan publik, khususnya di sektor transportasi. Sistem yang sudah dibangun secara terbuka tidak boleh disalahgunakan oleh pihak tertentu. "Kalau kemudian ada indikasi keterlibatan orang dalam, maka saya minta untuk diambil tindakan yang tegas," tegasnya.
Sebelumnya, Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Yustinus Prastowo juga telah merespons temuan ini. Ia menyebut sedang menindaklanjuti, termasuk kemungkinan adanya penyalahgunaan akses dalam proses penerbitan kartu.



