Video yang memperlihatkan iring-iringan massa yang diduga berasal dari Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) memenuhi Jalan Semarang-Solo di Ungaran viral di media sosial. Aksi tersebut sempat menyebabkan kemacetan parah di ruas jalan tersebut.
Polisi Benarkan Kejadian
Kapolsek Banyumanik, Kompol Hengky, membenarkan peristiwa viral tersebut. Ia menjelaskan bahwa kemacetan terjadi karena rombongan PSHT baru saja mengikuti kegiatan pengukuhan di wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang. "Jadi itu macetnya karena rombongan PSHT baru ada kegiatan pengukuhan PSHT di wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang, terus mereka hura-hura menutup jalan," ujarnya.
Menurut Hengky, kemacetan terjadi dari kawasan SPBU Bukit hingga menuju Kecamatan Ungaran. Kepadatan lalu lintas berlangsung sejak Sabtu (4/7/2026) malam hingga menjelang Minggu (5/7/2026) pagi.
Penguraian Kemacetan
Petugas dari Polsek Banyumanik bersama personel lain diterjunkan ke sejumlah titik untuk mempercepat penguraian arus kendaraan. "Intinya, kami turun untuk mengawal. Kan macet karena menutup jalan. Kami usir sedikit-sedikit, terus kami sebar dua arah, ada yang turun, ada yang belok ke Pramuka," lanjut Hengky.
Polisi melakukan pendekatan persuasif kepada para peserta. "Kami persuasif dengan baik, (bilang) 'ayo adik-adik pulang. Sudah pagi, kasihan pengguna jalan yang lain'," ucapnya.
Mayoritas Peserta Pelajar
Hengky menyebut bahwa sebagian besar peserta yang ikut iring-iringan masih berusia pelajar. Mereka datang dari berbagai daerah, seperti Semarang, Demak, Bergas, Purwodadi, Boyolali, hingga Salatiga. Kehadiran mereka dalam kegiatan pengukuhan PSHT di Ungaran menjadi pemicu aksi menutup jalan yang viral tersebut.



