Profil Keiko Fujimori: Presiden Terpilih Peru ke-9 dalam 10 Tahun
Profil Keiko Fujimori, Presiden Terpilih Peru ke-9

Keiko Fujimori telah diumumkan sebagai Presiden terpilih Peru yang baru, menjadikannya presiden kesembilan dalam sepuluh tahun terakhir. Siapakah sebenarnya Keiko Fujimori?

Latar Belakang Keluarga dan Awal Karier

Keiko Fujimori (51) adalah putri dari mendiang Presiden Peru Alberto Fujimori dan Susana Higuchi. Alberto Fujimori sendiri merupakan putra imigran asal Jepang di Peru. Ayahnya dikenal karena memerintah Peru dengan tangan besi dari tahun 1990 hingga 2000, dipuji karena mengalahkan pemberontak Maois dan menjinakkan hiperinflasi yang tak terkendali. Namun, reputasi Alberto Fujimori tercoreng oleh skandal suap yang melibatkan mantan kepala intelijen Vladimiro Montesinos, yang menyebabkan dia melarikan diri ke Jepang pada November 2000, di mana dia tinggal selama lima tahun dalam pengasingan sukarela.

Alberto Fujimori kemudian dijatuhi hukuman 16 tahun penjara karena pelanggaran hak asasi manusia. Keiko Fujimori sendiri menghabiskan bertahun-tahun dalam penyelidikan atas tuduhan pendanaan kampanye yang dibatalkan tahun lalu. Keluarga Fujimori masih merupakan dinasti yang kontroversial di Peru.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Perjalanan Politik Keiko Fujimori

Keiko Fujimori bukan orang baru di politik Peru. Ia pernah menjadi ibu negara Peru pada tahun 1994 setelah perpisahan orang tuanya. Saat itu, ia berusia 19 tahun dan mendampingi ayahnya pada KTT Amerika pertama yang diselenggarakan oleh Presiden AS Bill Clinton. Wanita bernama lengkap Keiko Sofía Fujimori Higuchi ini juga pernah menjadi anggota kongres Peru pada 2006. Ia menjadi wanita pertama di Peru yang bisa masuk ke putaran final Pilpres pada 2011, namun kalah. Ia kembali maju dalam Pilpres 2016 dan 2021, keduanya juga berakhir dengan kekalahan.

Keiko Fujimori sempat ditahan beberapa kali antara tahun 2018 dan 2020 selama penyelidikan, dan menghabiskan hampir satu setengah tahun di penjara.

Kemenangan Tipis di Pemilu 2026

Kantor Proses Pemilu Nasional Peru telah merilis penghitungan suara akhir yang menunjukkan partai Fujimori, Kekuatan Populer, mengungguli kandidat sayap kiri Roberto Sánchez dari partai Bersama untuk Peru. Selisih suara hanya 49.641 dari sekitar 18 juta suara. Fujimori memperoleh 50,13% suara sah dibandingkan 49,86% suara Sánchez. Kemenangan ini menjadikannya presiden kesembilan Peru dalam 10 tahun terakhir.

Fujimori akan dilantik sebagai presiden pada 28 Juli dan diperkirakan akan menjabat selama 5 tahun bersama Luis Fernando Galarreta sebagai Wakil Presiden pertama dan Miguel Ángel Torres Morales sebagai Wakil Presiden kedua.

Tantangan yang Dihadapi

Fujimori mengambil alih Peru setelah periode ketidakstabilan politik yang berkepanjangan yang sering dikaitkan dengan kepresidenan ayahnya. Alberto Fujimori digulingkan pada tahun 2000 dan kemudian dihukum atas tuduhan korupsi, penggelapan, dan pelanggaran hak asasi manusia. Warisannya tetap sangat memecah belah di negara itu setelah pengampunan kontroversial pada tahun 2023.

Fujimori menghadapi tugas berat menyatukan warga yang terpolarisasi dengan Kongres yang terpecah-pecah dan cenderung menggulingkan Presiden. Negara itu juga menghadapi kesenjangan ekonomi yang besar antara ibu kota Lima dan daerah pedesaan, di mana protes besar dan bentrokan dengan pasukan keamanan telah menewaskan lebih dari 60 orang setelah Castillo dicopot dari jabatannya. Daerah-daerah tersebut juga merupakan basis dukungan Sanchez dan partainya, Bersama untuk Peru, yang memegang blok terbesar kedua di Kongres, dengan partai Fujimori memegang kursi terbanyak.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga